Republish.id, Internasional – Bukti terbaru mengungkap bahwa sekitar 200 tentara AS masuk Caracas untuk tangkap Maduro dalam sebuah operasi militer yang mengejutkan di ibu kota Venezuela, Sabtu (3/1).
Kejadian ini dikonfirmasi oleh pejabat Pentagon yang mengatakan pasukan tersebut melakukan misi penangkapan terhadap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, yang selama ini menjadi sorotan internasional.
Menurut keterangan resmi, pasukan Amerika yang terlibat dalam operasi tersebut merupakan bagian dari upaya gabungan yang dirancang untuk mengejar dan menahan pemimpin yang dituduh terlibat dalam jaringan narkoterror — serangkaian tuduhan yang dibantah oleh pemerintah Venezuela.

Intervensi militer ini membawa dampak signifikan di Caracas, termasuk baku tembak dan serangan udara untuk menonaktifkan pertahanan setempat sebelum pasukan darat menerobos kota.
Sementara pihak AS menggambarkan misi ini sebagai aksi presisi tinggi yang tidak menyebabkan korban di pihak mereka, pemerintah Venezuela, sekutu, serta beberapa badan internasional mengecam keras langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara.
Pejabat Venezuela menilai penangkapan itu bukan sekadar penegakan hukum, tetapi sebuah tindakan agresi yang tidak mendapat persetujuan dari negara tuan rumah.
Dampak dari operasi tersebut sudah terasa luas. Selain reaksi diplomatik keras, situasi di Caracas menggambarkan suasana tegang dengan sebagian warga memilih tetap mengungsi atau bersembunyi sementara yang lain memprotes ke luar jalan.
Kasus ini juga memicu perdebatan di Dewan Keamanan PBB dan tanya jawab di berbagai negara mengenai legitimasi langkah militer unilateral semacam ini.
Adapun tokoh pemerintah sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, dilantik sebagai presiden interims sesuai konstitusi setelah penangkapan Maduro, tetapi otoritas ini ditolak oleh sejumlah pihak internasional yang menilai tindakan AS telah mencederai hukum internasional.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Amerika Latin dan memicu gelombang reaksi dari sekutu Maduro hingga komunitas global.
Pemerintah AS menyatakan penangkapan ini sebagai langkah perlu dalam perang melawan narkoterrorisme, meski kritik terus bertambah terhadap metode dan dampak operasinya.

















