Hukrim

Modus Penipuan Aplikasi Kencan, Sindikat Scam Sleman Rekrut 200 Karyawan

×

Modus Penipuan Aplikasi Kencan, Sindikat Scam Sleman Rekrut 200 Karyawan

Sebarkan artikel ini
ilustrasi-online-scam
ilustrasi-online-scam

Republish.id, NASIONAL – Polisi berhasil membongkar markas sindikat scam internasional yang beroperasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dari lokasi itu, aparat mengungkap bahwa jaringan yang selama ini beraksi memiliki ratusan pekerja yang tergabung dalam aktivitas penipuan online, dengan besaran gaji yang mengejutkan bagi para stafnya.

Ungkap kasus bermula dari patroli siber yang dilakukan jajaran Polresta Yogyakarta. Petugas menemukan iklan lowongan kerja yang mencurigakan, meminta calon pelamar hanya menguasai bahasa Inggris tanpa informasi jelas tentang deskripsi kerja.

Tim kemudian bergerak melakukan penggerebekan di kantor yang terdaftar atas nama PT Altair Trans Service di kawasan Jalan Gito Gati, Selasa (5/1/2026).

Dalam operasi itu, polisi mengamankan puluhan karyawan yang kebetulan sedang menjalani shift kerja.

Dari ratusan pegawai yang teridentifikasi, sebanyak 64 orang dibawa ke Mapolresta Jogja untuk pemeriksaan lebih lanjut, sementara enam orang ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Riski Adrian, menyatakan jumlah pekerja yang terlibat diperkirakan mencapai hampir 160–200 orang.

Ia menjelaskan bahwa para pegawai bekerja dalam tiga shift berbeda, dan status mereka saat ini menjadi saksi dalam proses hukum yang berlangsung.

Salah satu aspek yang menarik perhatian adalah besaran kompensasi yang ditawarkan kepada karyawan, yakni mencapai Rp 8,5 Juta per bulan.

Hal ini tertuang dalam iklan lowongan yang ditemukan polisi dan digunakan sebagai salah satu bukti awal adanya kegiatan tidak wajar di lokasi tersebut.
detiknews

Selain itu, penyelidikan mengungkap modus operandi yang melibatkan aplikasi kencan daring untuk menjalankan kegiatan scam.

Menurut keterangan pihak kepolisian, perangkat serta konten — termasuk foto dan video — sudah disiapkan di dalam aplikasi oleh pihak luar negeri, dan para tenaga kerja di Sleman berperan sebagai operator yang membalas chat kepada pengguna di luar negeri.

Praktik ini bukan hanya memanfaatkan perangkat digital seperti ponsel dan laptop, tetapi juga menargetkan pengguna dari beberapa negara, termasuk Amerika, Inggris, Kanada, dan Australia.

Para pekerja ditargetkan mencapai jumlah koin tertentu yang harus dikumpulkan setiap bulan untuk memenuhi mekanisme sistem pada aplikasi penipuan tersebut.

Pengungkapan kasus ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan aparat dalam memberantas kegiatan kejahatan siber yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat, serta memberi peringatan kepada publik agar lebih berhati-hari terhadap tawaran kerja yang mencurigakan sekaligus modus penipuan daring.

**Cek berita dan artikel terbaru kami dengan mengikuti WhatsApp Channel