Daerah

Buol Tembus 13 Besar Nasional Realisasi Belanja Daerah 2025, Bukti Tata Kelola Anggaran Makin Solid

×

Buol Tembus 13 Besar Nasional Realisasi Belanja Daerah 2025, Bukti Tata Kelola Anggaran Makin Solid

Sebarkan artikel ini
Buol Tembus 13 Besar Nasional Realisasi Belanja Daerah 2025, Bukti Tata Kelola Anggaran Makin Solid, (Foto Istimewa)

Republish.id, SULTENG – Kabupaten Buol menorehkan prestasi nasional dengan menembus peringkat ke-13 realisasi belanja daerah Tahun Anggaran (TA) 2025. Capaian ini menempatkan Buol di jajaran teratas dari 415 kabupaten se-Indonesia, sekaligus menegaskan pengelolaan anggaran yang kian efektif dan tepat sasaran.

Pencapaian tersebut tidak hadir secara instan. Di balik angka yang impresif, terdapat kerja kolektif dan konsistensi pengelolaan keuangan daerah yang digerakkan oleh Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKAD) di bawah kepemimpinan Moh. Kasim D. Ali, bersama seluruh jajaran.

Perencanaan matang, pelaksanaan terukur, serta pengawasan ketat menjadi fondasi utama sehingga setiap rupiah anggaran mampu diwujudkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

Realisasi belanja yang tinggi ini mencerminkan tata kelola keuangan daerah yang akuntabel, transparan, dan tepat waktu. Program-program prioritas—mulai dari pembangunan infrastruktur penghubung antarwilayah, penguatan layanan kesehatan dan pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat—berjalan dan dirasakan langsung dampaknya oleh warga Buol.

Bupati Buol menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh perangkat daerah.

“Capaian ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Buol dalam mendorong percepatan pembangunan dan pelayanan publik melalui pengelolaan keuangan yang transparan dan bertanggung jawab,” ucap Bupati.

Sejalan dengan itu, Kepala DPPKAD Moh. Kasim D. Ali menekankan orientasi manfaat dalam setiap realisasi anggaran.

“Kami tidak hanya fokus pada angka realisasi semata, tetapi pada bagaimana setiap rupiah yang terealisasikan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Setiap langkah yang kami tempuh selalu dijiwai dengan prinsip kejujuran, profesionalisme, dan cinta tanah air yang mendalam,” tuturnya.

Tingginya realisasi belanja daerah diyakini akan memicu efek pengganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal. Aktivitas pembangunan mendorong geliat usaha, membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas infrastruktur, serta memperluas pemerataan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Buol menegaskan komitmen untuk menjaga bahkan meningkatkan kinerja pengelolaan anggaran.

Dengan berpegang pada prinsip good governance dan orientasi hasil, Buol siap menjadi rujukan daerah lain bahwa tata kelola keuangan yang baik adalah kunci pembangunan yang adil, maju, dan sejahtera.

**Cek berita dan artikel terbaru kami dengan mengikuti WhatsApp Channel