PDAM Gorontalo Pastikan Air Bersih Lancar untuk 5.000 Peserta Peran Saka Nasional 2025

Direktur Perumda Tirta Limutu, Tomy Hendra Said, (Foto Istimewa).

Republish.id, GORONTALO – Persiapan pelaksanaan Peran Saka Nasional 2025 di Kabupaten Gorontalo terus dimatangkan, salah satunya soal ketersediaan air bersih. Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Limutu memastikan distribusi air tetap aman selama kegiatan berlangsung.

Event pramuka berskala nasional ini dijadwalkan digelar di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto, pada 2–9 November 2025.

Direktur Perumda Tirta Limutu, Tomy Hendra Said, menjelaskan bahwa saat ini jaringan perpipaan sudah menjangkau sekitar 70 persen bilik toilet di lokasi perkemahan. Meski demikian, pihaknya masih menunggu kepastian panitia mengenai penambahan bilik baru.

Baca Juga :  Cegah Stunting, Mahasiswa UNG Latih Kader Posyandu Produksi Cookies Bergizi

“Panitia bilang masih ada penambahan, tapi belum ditentukan lokasinya. Kalau tidak salah penambahan bilik portable,” katanya.

“Kami akan berusaha memastikan ketersediaan air mencukupi jumlah peserta yang diperkirakan mencapai 5.000 orang,” sambungnya.

Langkah Antisipasi

Selain jaringan perpipaan, PDAM juga menyiapkan layanan tambahan berupa dua hingga tiga mobil tangki air berkapasitas 4.000 liter yang akan standby di lokasi perkemahan. Upaya ini dilakukan berdasarkan pengalaman saat perkemahan uji coba bulan Agustus lalu dengan 1.000 peserta.

Baca Juga :  Merasa Mendapat Ketidakadilan dari MenPAN-RB, Aliansi Mahasiswa dan Nakes Datangi Kantor Gubernur Gorontalo

“Kami akan mengantisipasinya dengan pelayanan dua atau tiga mobil tangki air. Kapasitasnya masing-masing 4000 liter. Itu akan standby di lokasi untuk menutupi kekurangan air,” ujarnya.

“Karena pengalaman kemarin dengan jumlah peserta 1000-an air yang kami distribusikan kurang lebih 40 kubik atau 40.000 liter dari pagi sampai malam,” lanjutnya.

Kendala di Lapangan

Tomy juga menyebut adanya tantangan teknis, terutama terkait kondisi medan bumi perkemahan yang tidak rata. Hal ini menyulitkan distribusi air berbasis gravitasi.

“Kebetulan di beberapa titik buper elevasinya sama dengan titik pengolahan kami, sehingga sistem ini tidak memungkinkan. Ada empat titik yang sudah kami tandai. Kemungkinan kami akan menempatkan hydrant di situ atau di titik konsentrasi tenda peserta,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Sofyan Puhi Tekankan Pentingnya Program Wajib Belajar Tuntaskan Buta Aksara

Kolaborasi Antarinstansi

Untuk memastikan kelancaran, PDAM turut menggandeng Balai Permukiman dan Prasarana Wilayah. Dukungan mencakup penyediaan mobil tangki, hydrant, hingga rencana toilet mobile dengan empat bilik.

“Kami tinggal mengisi airnya, sementara sarana pendukungnya dari Balai Permukiman. Jadi kami optimis kebutuhan air peserta Peran Saka bisa terpenuhi,” pungkas Tomy.