Wabup Aditya Pontoh Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-80 RI di Boroko

Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Moh. Aditya Pontoh, S.IP bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada prosesi penurunan Bendera Merah Putih, Sabtu (17/08/2025), (Foto Dok Humas).

Republish.id, BOLTARA – Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Kembar Boroko saat Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Moh. Aditya Pontoh, S.IP bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada prosesi penurunan Bendera Merah Putih, Sabtu (17/08/2025). Upacara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga :  KPU Bolmut Resmi Umumkan Pendaftaran Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati 2024

Bertindak sebagai Perwira Upacara, Lettu Kav. Lamapa Lauma, Danramil 1303-15/Bintauna. Sedangkan Komandan Upacara dipercayakan kepada Letda Inf. Abi Iskandar Mokoginta, Danramil 1303-13/Kaidipang.

Febrika Luna Bata (SMAN 1 Bintauna) sebagai pembawa baki, (Foto Dok Humas).

Adapun Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) yang menjalankan tugas mulia tersebut terdiri dari Febrika Luna Bata (SMAN 1 Bintauna) sebagai pembawa baki, Moh. Azwar Reildiansa Tegila (SMAN 1 Bolangitang) sebagai penarik, Cristo Evan Tampi (SMAN 1 Bolangitang) sebagai penggerek, serta Moh. Hajid Akbar Alamri (SMAN 1 Bolangitang) sebagai pembentang bendera.

Baca Juga :  Mutasi 97 ASN di Boltara, Sirajudin Lasena Tekankan Kinerja dan Disiplin
Moh. Azwar Reildiansa Tegila (SMAN 1 Bolangitang) sebagai penarik, Cristo Evan Tampi (SMAN 1 Bolangitang) sebagai penggerek, serta Moh. Hajid Akbar Alamri (SMAN 1 Bolangitang) sebagai pembentang bendera, (Foto Dok Humas).

Hadir dalam upacara tersebut antara lain Sekretaris TP PKK Boltara, Ny. Moy Olivia Pontoh Mamonto, pimpinan dan anggota DPRD, Kajari Boltara atau perwakilan, Kapolres Boltara atau perwakilan, Pabung 1303/BM, Kakan Kemenag atau perwakilan, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD, para camat, sangadi, orang tua Paskibraka, ASN, hingga para pelajar.

Baca Juga :  Literasi Jadi Senjata Daerah, Bupati Boltara: Bukan Sekadar Seremoni