Bibit Jagung Bantuan Dikeluhkan Petani, DPKP Boltara Malah Bandingkan dengan Daerah Lain

Bibit Jagung Bantuan Dikeluhkan Petani, DPKP Boltara Malah Bandingkan dengan Daerah Lain.(Foto : Jefry/Republish.id)
Bibit Jagung Bantuan Dikeluhkan Petani, DPKP Boltara Malah Bandingkan dengan Daerah Lain.(Foto : Jefry/Republish.id)

Republish.id, BOLTARA – Program bantuan bibit jagung di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) kembali jadi perbincangan hangat setelah sejumlah petani mengeluhkan hasil panen yang dinilai tidak sesuai harapan.

Keluhan tersebut direspons langsung oleh Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Boltara, Dr. Syarifudin.

Ia menegaskan, persoalan panen tidak bisa sepenuhnya dikaitkan dengan kualitas bibit.

Baca Juga :  Bupati Boltara Tanggapi Kritik DPRD Soal Kampus, RSUD, dan Pertambangan

“Di beberapa tempat itu kualitasnya ketika panen baik,” kata Syarifudin kepada wartawan.

Ia memastikan bahwa distribusi bibit sudah dilakukan sesuai dengan mekanisme resmi, termasuk uji laboratorium.

“Kami menyalurkan bantuan bibit/benih jagung sudah sesuai SOP atau sudah melalui uji lab yang dilakukan oleh balai pertanian provinsi, jadi kami rasa tidak ada masalah,” tambahnya.

Baca Juga :  Pj Bupati Bolmut Terima Kunker Pemkot Kotamobau

Meski demikian, Syarifudin menegaskan pihaknya tetap menindaklanjuti keluhan petani.

“Informasi ini akan kami tindak lanjuti. Kami akan terjunkan penyuluh atau pegawai kami untuk turun ke lokasi untuk mengecek langsung keadaan kebun jagung yang katanya hasil panennya mengecewakan,” jelasnya.

Sebelumnya, program bantuan bibit jagung dari Dinas Pertanian Boltara mendapat sorotan karena sebagian petani mengaku kecewa.

Baca Juga :  Tim Resmob Boltara Ringkus Pemuda di Boroko Timur, Diduga Ancam Warga Pakai Sajam

Bibit yang semula terlihat normal saat ditanam, justru menghasilkan buah jagung kecil dan tidak seragam saat dipanen.

Para petani menduga bibit tersebut tidak memenuhi standar dan meminta pemerintah lebih selektif dalam memilih penyedia bibit, sekaligus memperketat pengawasan agar kerugian tidak kembali terulang.

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini