BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Indonesia 8-14 November, Waspada Gorontalo

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sejumlah wilayah Indonesia pada periode 8 hingga 14 November 2024. (Pixabay.com).

Republish.id, NASIONAL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sejumlah wilayah Indonesia pada periode 8 hingga 14 November 2024.

Cuaca ekstrem ini diperkirakan berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

“PERINGATAN DINI: Potensi cuaca signifikan dalam periode 8-14 November 2024, berupa potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang,” demikian keterangan BMKG, Jumat (8/11/2024).

BMKG mencatat peningkatan curah hujan yang signifikan di sebagian besar wilayah Indonesia, menggantikan kondisi cuaca panas dan terik pada akhir Oktober lalu.

Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem

Baca Juga :  Elnino Fokus Menangkan Roni-Adnan di Pilkada Kabgor 2024

Perubahan kondisi atmosfer yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial yang melanda wilayah Indonesia bagian barat, seperti Sumatera, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

Selain itu, BMKG juga mengawasi kemunculan Siklon Tropis Yinxing yang terdeteksi di Laut Cina Selatan, barat Filipina, meskipun siklon ini tidak diprediksi berdampak langsung pada peningkatan curah hujan di Indonesia.

Faktor lain yang mendukung potensi cuaca ekstrem adalah sirkulasi siklonik yang terpantau di beberapa kawasan, seperti Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia sebelah barat Lampung, yang berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan.

“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi/konfluensi tersebut,” jelas BMKG.

Baca Juga :  Cara Mudah Dapat Diskon 50% Tarif Listrik PLN, Berlaku Januari 2025

Secara global, BMKG juga mengamati fenomena iklim seperti nilai Southern Oscillation Indeks (SOI), indeks 3.4, dan Madden Julian Oscillation (MJO), yang meskipun tidak berpengaruh signifikan pada curah hujan di Indonesia, menunjukkan pola konvektif yang signifikan di wilayah barat Indonesia.

Daerah yang Diperlukan Waspada

BMKG mengidentifikasi sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem selama periode tersebut, antara lain:

– Aceh

– Sumatera Utara

– Sumatera Barat

– Riau

– Kepulauan Riau

– Jambi

– Sumatera Selatan

– Kepulauan Bangka Belitung

– Bengkulu

– Lampung

Baca Juga :  Sebanyak 21 Orang Berstatus Dalam Pencarian di Longsor Suwawa, Berikut Nama-namanya

– Banten

– DKI Jakarta

– Jawa Barat

– Jawa Tengah

– DI Yogyakarta

– Jawa Timur

– Bali

– Nusa Tenggara Barat

– Nusa Tenggara Timur

– Kalimantan Barat

– Kalimantan Tengah

– Kalimantan Selatan

– Kalimantan Timur

– Kalimantan Utara

– Sulawesi Utara

– Gorontalo

– Sulawesi Barat

– Sulawesi Tengah

– Sulawesi Selatan

– Sulawesi Tenggara

– Maluku Utara

– Papua Barat Daya

– Papua Barat

– Papua

– Papua Tengah

– Papua Pegunungan

– Papua Selatan

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mempersiapkan diri menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari dan keselamatan.

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini