Iran Terapkan ‘Tol Bitcoin’ di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Sebelum Melintas

Peta Selat Hormuz di wilayah Iran. (Foto TRIBUNNEWS.COM)

Republish.id, INTERNASIONAL – Iran mulai memberlakukan kebijakan baru bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Setiap kapal kini diwajibkan membayar tarif layaknya tol menggunakan aset kripto sebelum diizinkan melintas.

Besaran tarif yang ditetapkan setara dengan US$1 atau sekitar Rp17.122 per barel minyak yang diangkut kapal. Kebijakan ini diterapkan dalam masa gencatan senjata selama dua minggu antara Iran dan Amerika Serikat.

Juru bicara Serikat Eksportir Minyak, Gas, dan Produk Petrokimia Iran, Hamid Hosseini, menjelaskan langkah tersebut merupakan strategi Teheran untuk menghindari sanksi internasional dengan memanfaatkan sistem keuangan di luar kendali Amerika Serikat.

Baca Juga :  Israel Tegaskan Kebebasan Serang Negara Mana Pun, Netanyahu Klaim Gaza di Bawah Kendalinya

Dalam praktiknya, setiap kapal yang hendak melintasi Selat Hormuz diwajibkan mengirimkan email kepada otoritas Iran berisi detail muatan. Setelah melalui proses penilaian, kapal akan dikenakan tarif sesuai ketentuan dan baru diizinkan melintas setelah pembayaran dilakukan.

“Begitu email tiba dan Iran menyelesaikan penilaiannya, kapal-kapal diberi waktu beberapa detik untuk membayar dengan bitcoin, untuk memastikan mereka tidak dapat dilacak atau disita karena sanksi,” kata Hosseini kepada Financial Times, dikutip Jumat (10/4/2026).

Baca Juga :  Ultimatum 48 Jam Trump ke Iran: Selat Hormuz Harus Dibuka atau Infrastruktur Energi Diserang

Ia menambahkan, proses tersebut juga bertujuan memastikan kapal yang melintas tidak membawa senjata. Namun, komoditas lain seperti minyak tetap diizinkan melewati jalur tersebut.

“Semua barang bisa lewat, tetapi prosedurnya akan memakan waktu untuk setiap kapal, dan Iran tidak terburu-buru,” jelasnya.

Sebagai tambahan informasi, sejak konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pecah pada akhir Februari, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia, dengan sekitar 20% pasokan global melewatinya.

Baca Juga :  China Kenakan PPN pada Alat Kontrasepsi untuk Pertama Kalinya dalam 30 Tahun, Ini Alasannya!

Selama konflik berlangsung, Iran hanya membuka akses terbatas melalui sistem “pos tol” bagi sejumlah kapal. Namun, jumlah tersebut dinilai belum mampu meredam kekhawatiran pasar terhadap pasokan dan harga minyak dunia akibat terganggunya jalur vital tersebut.

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini