Republish.id, SULTENG – Musyawarah Daerah (Musda) VII Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Buol menjadi momentum penting bagi penguatan peran perempuan muda dalam pembangunan daerah. Dalam kegiatan yang digelar di Hotel Suryawisata, Sabtu (15/5/2026), Pemerintah Kabupaten Buol menyampaikan apresiasi sekaligus menitipkan tiga harapan besar kepada kader Nasyiatul Aisyiyah.
Pemerintah daerah menilai Musda bukan hanya agenda rutin organisasi, tetapi ruang strategis untuk melahirkan kepemimpinan baru yang mampu membawa dampak nyata bagi masyarakat selama empat tahun ke depan.
Sambutan tertulis Pemerintah Kabupaten Buol dibacakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol, Muhammad Singara, S.Ag., M.Si. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa Nasyiatul Aisyiyah memiliki peran penting dalam membina perempuan muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
“Di tangan ibu-ibu dan saudari-saudari muda inilah masa depan keluarga, masyarakat, dan bangsa Buol dipertaruhkan,” ungkap Bupati dalam sambutannya.
Pemkab Buol kemudian menitipkan tiga harapan besar kepada kader Nasyiatul Aisyiyah.
Pertama, sebagai mitra strategis pendidikan dan penguatan karakter. Nasyiatul Aisyiyah diharapkan aktif mendukung program Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat guna menangkal pergaulan negatif di kalangan remaja melalui dakwah kultural.
Kedua, menjadi penggerak kesehatan dan pemberdayaan perempuan. Kader Nasyiah diminta berperan sebagai duta kesehatan di desa-desa untuk membantu pemerintah menekan angka stunting, mengatasi anemia remaja putri, hingga meningkatkan literasi kesehatan reproduksi.
Ketiga, memperkuat sektor ekonomi kreatif. Dengan potensi UMKM, hasil laut, dan pertanian yang melimpah di Kabupaten Buol, Nasyiatul Aisyiyah diharapkan menjadi motor penggerak pelatihan kewirausahaan dan digitalisasi bagi perempuan muda agar mampu mandiri secara ekonomi.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Buol menyatakan komitmennya membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan organisasi tersebut. Program-program yang sejalan dengan RPJMD daerah akan diperkuat melalui sinergi bersama sejumlah OPD terkait.
“Jika di tingkat nasional dikenal konsep ‘Asta Cita’ dan di tingkat provinsi ada ‘Sembilan Berani’, maka di Kabupaten Buol pemerintah daerah mengusung konsep ‘Tujuh Buol Hebat’ sebagai penjabaran dari misi pembangunan tersebut: berkarakter dan berkeadilan,” demikian disampaikan dalam sambutan.
Kolaborasi itu nantinya melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Menutup sambutannya, Pemerintah Kabupaten Buol berharap Musda VII Nasyiatul Aisyiyah mampu melahirkan pemimpin yang amanah serta memperkuat semangat kolaborasi antarkader.
“Jadikan forum ini sebagai awal dari langkah nyata untuk memajukan perempuan muda Buol yang beriman, berilmu, dan berdaya,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Sulawesi Tengah, Rifka Yunita, S.Pd., dalam penyampaiannya menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan amanah organisasi.
“Kita tidak hanya sekadar menjalankan program kerja, tetapi kita sedang membangun peradaban melalui peran aktif di masyarakat. Sinergi antara pimpinan wilayah dan daerah adalah kunci utama keberhasilan kita,” pungkasnya.









Leave a Reply
View Comments