Republish.id, BOLTARA – Sejumlah pasien RSUD Bolaang Mongondow Utara (Boltara) mengeluhkan kualitas kebersihan dan fasilitas dasar rumah sakit tersebut. Keluhan ini muncul setelah adanya laporan terkait alat pelindung diri (APD) yang digunakan oleh petugas kebersihan atau cleaning service yang dinilai tidak memenuhi standar keselamatan kerja.
Menurut informasi yang diterima redaksi, petugas kebersihan di RSUD Boltara kerap terlihat bekerja tanpa perlengkapan memadai seperti sarung tangan, masker, pelindung wajah, atau sepatu bot karet dan alat pembersih yang seharusnya menjadi perlindungan standar saat menangani limbah medis dan area rawan infeksi.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran dari para pasien dan pengunjung, mengingat pentingnya sanitasi dalam lingkungan fasilitas kesehatan, terutama di ruang perawatan, ruang Isolasi dan instalasi gawat darurat.
Salah seorang pasien yang enggan disebutkan namanya juga menyampaikan keluhan terkait minimnya ketersediaan air bersih di beberapa bagian rumah sakit.
“Air di kamar mandi mengalir tapi tercampur lumpur, keruh, bahkan tidak layak pakai, padahal ini rumah sakit. Pasien dan keluarga butuh air bersih untuk cuci tangan, wudhu, mandi, dan kebutuhan dasar lainnya,” ungkapnya, Kamis (7/8/2025).

Kondisi ini menambah daftar masalah pelayanan dasar di RSUD Boltara, yang sebelumnya juga dikeluhkan terkait fasilitas rawat inap yang tidak memadai.

Dasar Hukum Terkait APD dan Keselamatan Kerja:
• Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
• Pasal 3 ayat (1): Pengurus diwajibkan untuk menyediakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai bagi tenaga kerja dalam lingkungan kerja berbahaya.
• Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja
• Pasal 9: Pengusaha wajib menyediakan APD dan memastikan penggunaannya oleh pekerja yang terpapar risiko bahaya di tempat kerja.
• Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
• Pasal 21: Setiap fasilitas pelayanan kesehatan wajib memenuhi standar sanitasi dan kesehatan lingkungan, termasuk ketersediaan air bersih.
Harapan Masyarakat:
Warga dan pasien berharap pihak manajemen RSUD Boltara segera mengevaluasi kondisi ini, memperbaiki sistem sanitasi, serta memperketat penerapan standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) bagi seluruh petugas, termasuk tenaga outsourcing seperti cleaning service.
Hingga berita ini diterbitkan, Pihak redaksi masih berupaya menghubungi manajemen RSUD Boltara untuk meminta klarifikasi dan tanggapan resmi atas keluhan tersebut.










Leave a Reply
View Comments