Ramadan dan Nyepi Bersamaan, Desa Bokat Tunjukkan Toleransi yang Menyejukkan

Suasana penuh toleransi dan kerukunan terlihat di Desa Bokat, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, Senin (15/3/2026). (Kolase Foto Republish.id - Sumber Istimewa)

Republish.id, SULTENG – Suasana penuh toleransi dan kerukunan terlihat di Desa Bokat, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, Senin (15/3/2026). Di tengah bulan suci Ramadan, umat Muslim menjalankan ibadah puasa dengan khidmat, sementara umat Hindu di desa tersebut merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 dengan penuh ketenangan.

Pantai Desa Bokat yang biasanya dipadati aktivitas warga terlihat lebih hening dari biasanya. Umat Hindu melaksanakan rangkaian Catur Brata Penyepian dengan tertib, sementara umat Muslim tetap menjalankan ibadah puasa dan aktivitas keagamaan dengan penuh kekhusyukan.

Baca Juga :  Exit Meeting BPK di Buol, Sejumlah Temuan Pengelolaan Keuangan Dibahas

Kedua umat beragama menjalankan ibadah masing-masing dengan sikap saling menghormati. Kehidupan berdampingan yang telah terjalin lama membuat suasana tetap kondusif tanpa adanya gangguan maupun gesekan antarwarga.

“Saudara-saudara kita yang berbeda keyakinan sudah lama hidup berdampingan dengan baik. Saat umat Hindu menjalankan tapa brata untuk menyucikan diri, kami yang Muslim juga berpuasa dengan tujuan yang sama – melatih kesabaran dan membersihkan hati,” ujar salah satu warga Desa Bokat.

Baca Juga :  Sinergi Jadi Sorotan di HUT ke-62 Sulteng, Bupati dan Wabup Buol Tegaskan Komitmen

Untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, unsur TNI, Polri, serta aparat desa turut membantu pengamanan dan pengaturan aktivitas warga. Sejumlah area di sekitar pantai juga diberlakukan pembatasan aktivitas sementara sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang sedang menjalankan Catur Brata Penyepian, tanpa mengganggu aktivitas warga lainnya.

Baca Juga :  Satu Tahun Bowo–Nasir, Pemkab Buol Matangkan Penyajian Capaian Program

Peristiwa ini menjadi contoh nyata bahwa perbedaan keyakinan bukanlah pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman justru menjadi kekuatan yang mempererat persaudaraan serta memperkuat nilai kebhinekaan di Kabupaten Buol.

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini