Republish.id, GORONTALO – Ketua LSM JAMAN Provinsi Gorontalo, Frankymax mengapresiasi langkah tegas Kapolda Gorontalo bersama Forkopimda terkait maraknya aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato yang terjadi akhir-akhir ini.
Frankymax mengungkapkan, berdasarkan sejumlah fakta di lapangan, aktivitas PETI ini telah memberikan dampak buruk bagi masyarakat sekitar serta berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan.
“Kami (LSM JAMAN Provinsi Gorontalo) mengapresiasi langkah tegas yang dilambil oleh Kapolda bersama Forkopimda Gorontalo tersebut, kemudian terkait dengan pembentukan tim terpadu tersebut kami berharap akan segera diselesaikan,” kata Franky, Senin (3/5/2024).
Selain itu, dirinya juga akan melaporkan oknum-oknum yang pernah dan masih melakukan aktivitas PETI sampai hari ini dengan harapan para pelaku akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.
“Karena dalam waktu dekat ini kami akan melaporkan oknum-oknum yang pernah dan masih sementara beraktivitas melakukan PETI ini, Melalui laporan ini kami juga berharap tim terpadu yang dibentuk akan menindak tegas para pelaku sesuai dengan aturan yang berlaku agar ada efek jera bagi para pelaku,” tegasnya.
Saat ditanya siapa oknum tersebut, Franky menjelaskan bahwa ada oknum yang berasal dari Gorontalo dan ada juga yang berasal dari luar Gorontalo. Dirinya juga menyebutkan beberapa inisial nama mereka.
“Jadi oknum-oknum tersebut ada yang berasal dari masyarakat Gorontalo setempat seperti (yang berinisial AA, DK, DR, FM, DK, NR, UN, AY, KL, DD, RN, KD, UN, JN , SN, SL, KS, AY, WA, SM, SI, LI, PI, HS, dan ada juga yang berasal dari luar Gorontalo (Bolmut) seperti MRT, MP dan IL,”ungkapnya.
Sebelumnya, dilansir dari Kontras, Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Pudji Prasetijanto Hadi beberapa pekan yang lalu merespon aktivitas PETI tersebut dengan menyurati Pj. Gubernur untuk meminta pembentukan tim terpadu guna menertibkan PETI yang ada di Kabupaten Pohuwato.
“Hal ini sudah saya bawa ke forkopimda provinsi. Saya buat surat ke Gubernur untuk dibentuk tim terpadu penertiban PETI di Pohuwato. Kemudian pada hari senin (20/5/2024) kemarin sudah dilaksanakan rapat koordinasi (rakor) oleh Gubernur,”
“Hasilnya Gubernur sudah setuju untuk bentuk tim terpadu.Untuk waktu (pembentukan tim) mungkin bisa konfirmasi ke pemda Provinsi mas. Kalau saya, lebih cepat lebih baik” tegas Pudji mengutip Kontras.(*)











Leave a Reply
View Comments