Kemiskinan Gorontalo Turun Jadi 12,16 Persen, Ekonomi Tumbuh Tertinggi se-Sulawesi

Persentase angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo dari Maret 2018 hingga Maret 2026, (Foto Doc. Istimewa)

Republish.id, GORONTALO – Persentase penduduk miskin di Provinsi Gorontalo pada Maret 2026 turun menjadi 12,16 persen, berkurang 1,08 persen dibandingkan Maret 2025. Data tersebut berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang diterbitkan pada awal Agustus 2026.

Berdasarkan data BPS tersebut, jumlah penduduk miskin di Gorontalo pada Maret 2026 tercatat sebanyak 150,60 ribu orang. Angka itu berkurang 5,16 ribu orang dibandingkan September 2025.

Baca Juga :  Daftar Calon Gubernur Gorontalo Tahun 2024, Tonny Uloli Harap Dukungan dari PKB

Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo, Trizal Entengo, mengatakan persentase kemiskinan Gorontalo juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan September 2025.

“Dari data BPS menunjukkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 sebanyak 150,60 ribu orang, berkurang 5,16 ribu terhadap September 2025,” kata Trizal, Sabtu (8/8).

Jika dilihat berdasarkan tren beberapa tahun terakhir, persentase penduduk miskin Gorontalo terus mengalami penurunan. Pada September 2022, angka kemiskinan tercatat sebesar 15,51 persen, kemudian turun menjadi 13,87 persen pada September 2024, hingga mencapai 12,16 persen pada Maret 2026.

Baca Juga :  Kecam Postingan 'Gorontalo Karlota', PERMAHI Akan Lapor Pemilik Akun ke Polda

“Ini menunjukkan upaya pemerintah provinsi dan kabupaten/kota serta semua pemangku kepentingan sudah on the track dalam mewujudkan masyarakat Gorontalo yang maju dan sejahtera,” sambung Juru Bicara Pemprov Gorontalo.

Baca Juga :  Sempat Hilang di Kebun Bone Bolango, Dua Lansia Ditemukan Meninggal

Selain penurunan angka kemiskinan, data BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada Triwulan II 2026 mencapai 6,20 persen. Angka tersebut menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah Sulawesi.

Pertumbuhan tersebut turut ditopang sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh pesat sebesar 59,96 persen. Sementara itu, sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sebesar 33,4 persen.

Redaksi Republish.id