Profil dan Harta Kekayaan Sirajudin Lasena, Bupati Boltara yang Jadi Tersangka KPK

Bupati Sirajudin Lasena, (Foto: Doc. Humas Pemkab Boltara).

Republish.id, BOLTARA – Sirajudin Lasena merupakan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) periode 2025-2030 yang memiliki latar belakang birokrat dan bidang pengelolaan keuangan daerah. Namanya kini menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka dugaan pemerasan dan gratifikasi dalam kasus yang terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT).

Sirajudin Lasena lahir di Boroko, Bolaang Mongondow Utara, pada 8 Januari 1975. Ia menempuh pendidikan tinggi di bidang ekonomi dengan meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) jurusan Akuntansi.

Pendidikan Sirajudin kemudian berlanjut ke jenjang S2 Ekonomi Pembangunan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Setelah itu, ia memperoleh gelar Doktor S3 Administrasi Publik di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Baca Juga :  Keluarga Besar Pemuda Desa Dengi Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1445 H

Sebelum terjun ke politik, Sirajudin berkarier sebagai birokrat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boltara. Ia cukup lama berkecimpung dalam bidang pengelolaan keuangan daerah dan pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Boltara.

Sirajudin kemudian dipercaya menjadi Penjabat (Pj) Bupati Boltara pada 2023 hingga 2024. Setelah itu, ia mengikuti Pilkada 2024 dan terpilih sebagai Bupati Boltara periode 2025-2030 bersama Wakil Bupati Mohammad Aditya Pontoh. Keduanya dilantik sebagai kepala daerah pada 20 Februari 2025.

Selain perjalanan kariernya, harta kekayaan Sirajudin juga tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Berdasarkan LHKPN periodik 2025 yang disampaikan pada 29 Maret 2026, Sirajudin tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp1.204.416.050.

Baca Juga :  Proses Pencarian Berakhir Duka, Pelajar Asal Tombolango Ditemukan di Aliran Bendungan

Dalam laporan tersebut, total harta Sirajudin sebelum dikurangi utang mencapai Rp1.464.587.096. Sementara utangnya tercatat sebesar Rp260.171.046.

Harta terbesar Sirajudin berasal dari tanah dan bangunan dengan total nilai Rp810.000.000. Aset tersebut terdiri atas tanah dan bangunan seluas 636 meter persegi/128 meter persegi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara hasil sendiri senilai Rp400.000.000.

Kemudian terdapat tanah dan bangunan seluas 150 meter persegi/95 meter persegi di Kota Gorontalo hasil sendiri dengan nilai Rp300.000.000.

Sirajudin juga tercatat memiliki tanah seluas 50.000 meter persegi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara hasil sendiri senilai Rp60.000.000 serta tanah seluas 1.053 meter persegi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara hasil sendiri senilai Rp50.000.000.

Baca Juga :  Bupati Sirajudin Lasena Tinjau Proyek Peningkatan Ruas Jalan Tombulang Pantai–Tuntulow Utara

Untuk alat transportasi dan mesin, total nilai yang dilaporkan mencapai Rp326.000.000. Rinciannya berupa sepeda gunung tahun 2020 hasil sendiri senilai Rp1.000.000 dan mobil Suzuki Baleno 3K5FX (4×2) tahun 2023 hasil sendiri senilai Rp325.000.000.

Selain itu, Sirajudin memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp202.500.000. Sementara surat berharga dan harta lainnya tercatat tidak memiliki nilai. Adapun kas dan setara kas yang dilaporkan mencapai Rp126.087.096.

Dengan rincian tersebut, sub total harta Sirajudin tercatat sebesar Rp1.464.587.096. Setelah dikurangi utang Rp260.171.046, total harta kekayaannya menjadi Rp1.204.416.050.

Redaksi Republish.id