LSM Galaksi: Penertiban Tambang Ilegal di Pohuwato Butuh Pendekatan Holistik

Ketua LSM Galaksi Provinsi Gorontalo, Jemi Hado, (Foto Istimewa).

Republish.id, GORONTALO – Ketua LSM Galaksi Provinsi Gorontalo, Jemi Hado, angkat bicara mengenai operasi penertiban besar-besaran terhadap tambang ilegal di Buntulia, Kabupaten Pohuwato, yang diduga merusak lingkungan.

Dalam tanggapannya melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, (19/10/2024), Jemi menyatakan, Dirinya sangat mendukung langkah Aparat penegak hukum (APH) yang melakukan penertiban terhadap pelaku ilegal.

“Saya sangat mendukung langkah penegak hukum yang lakukan penertiban secara besar-besaran kepada pelaku ilegal,” ujar Jemi.

Baca Juga :  Raffi Ahmad Dapat Kritik Usai Kenakan Atribut TNI

Dia menekankan pentingnya tindakan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran akan dampak negatif terhadap lingkungan dan kerugian yang ditimbulkan bagi negara dan masyarakat.

“Menurut saya, langkah ini adalah satu bentuk tindakan agar mereka Sadar bahwa, jelas sangat merusak lingkungan dan merugikan negara serta berbagai pihak lainnya,” lanjutnya.

Namun, Jemi juga mengingatkan pemerintah Kabupaten Pohuwato untuk memperhatikan nasib para penambang yang bergantung pada tambang untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anak mereka.

Baca Juga :  Tuai Sorotan, Pasar Malam Di Kuhanga Ditunda Usai Lebaran

Baca Juga: Penertiban Tambang Emas Ilegal di Buntulia: Antara Penegakan Hukum dan Nasib Warga

“Akan tetapi saya juga berharap kepada pihak pemerintah kabupaten Pohuwato harus memikirkan nasib para penambang,

Yang pada dasar mereka bertambang hanya untuk makan serta menyekolahkan anak – anak mereka dari hasil tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  KPK Usut Dugaan Korupsi Biskuit Balita dan Ibu Hamil, Nutrisi Dipangkas demi Tekan Biaya

“karena tidak ada cara lain yang harus mereka kerjakan apalagi di hadapkan Denga persoalan kebutuhan,” tambahnya.

Dia berharap agar penertiban tidak hanya bersifat sementara. Namun, harus dilakukan terus-menerus, supaya kegiatan ilegal tersebut tidak terulang kembali.

“Karna sudah sering lakukan penertiban akan tetapi setelah itu mereka beroperasi kembali,” pungkasnya.

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."