Republish.id, GORONTALO – Perang melawan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Pohuwato terus digaungkan oleh semua pihak termasuk Aparat Penegak Hukum (APH).
Tak berselang lama setelah pelantikan Rudy Salahuddin sebagai Penjabat Gubernur Gorontalo, Kapolda Irjen Pol. Pudji Prasetijanto Hadi langsung menyurati Penjabat Gubernur dan Forkopimda.
Tujuannya, agar dibentuk tim terpadu sebagai bagian dari upaya untuk menertibkan bahkan menghentikan aktivitas PETI di Pohuwato.
Namun, menurut Ketua DPD GARDA NKRI Provinsi Gorontalo, Rahmat Toan Barusi, langkah tersebut nampaknya tidak membuat para pelaku PETI di Pohuwato takut dan berhenti.
“Lebih parahnya lagi menurut informasi yang kami terima bahwa diduga ada oknum APH yang bertugas di Polres Pohuwato dengan inisial D dan H yang ikut terlibat dalam membecking aktivitas PETI di Pohuwato,” kata Rahmat Toan Barusi, Minggu (16/06/2024)
Aktivitis yang biasa disapa Toan ini mengaku sangat menyayangkan hal tersebut. Pasalnya, kata dia, ditengah upaya yang dilakukan semua pihak termasuk Kapolda Irjen Pol. Pudji Prasetijanto Hadi sebagai pimpinan tertinggi dalam tubuh kepolisian di Provinsi Gorontalo, ternyata ada anggotanya yang diduga tidak tunduk dan terkesan melawan langkah dan upaya yang sedang dilakukan oleh Kapolda.
“Kejadian ini sangat disayangkan, Disaat Kapolda Gorontalo tengah sibuk membentuk tim terpadu bersama forkopimda Provinsi Gorontalo guna menertibkan dan menghentikan aktivitas PETI di Pohuwato ternyata ada anggotanya yang terkesan berani membekingi aktivitas PETI di Pohuwato,” ungkapnya.
“Selain itu, Kapolda juga merupakan pimpinan tertinggi dalam tubuh kepolisian di tingkat Provinsi Gorontalo sehingga menurut kami ini adalah kejadian yang sangat fatal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ketua DPD GARDA NKRI ini juga meminta kepada Kapolda agar segera mencopot anggota dan Kapolres Pohuwato dari jabatan mereka saat ini, karena diduga telah menyalah-gunakan jabatannya untuk membecking aktivitas PETI di Pohuwato.
“Kami dari DPD GARDA NKRI Provinsi Gorontalo meminta kepada Kapolda Gorontalo, Bapak Irjen Pol. Pudji Prasetijanto Hadi agar segera mencopot Anggota dan Kapolres Pohuwato dari jabatannya karena diduga telah membecking aktivitas PETI di Pohuwato,” tegasnya.
“Selain diduga telah menyalahgunakan jabatannya untuk membecking PETI di Pohuwato, mereka juga terkesan tidak tunduk dan melakukan perlawanan atas langkah tegas yang tengah dilakukan oleh Kapolda Gorontalo,” kata Toan.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berusaha menghubungi pihak Polres Pohuwato untuk dimintai tanggapan terkait pernyataan dari Ketua DPD GARDA NKRI Provinsi Gorontalo tersebut.(*)








Leave a Reply
View Comments