Hindari Potensi Bahaya Daging Qurban Saat Proses Penyembelihan

Ilustrasi Hewan Qurban.

Republish.id, NASIONAL – Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu hari besar bagi umat Islam yang dikenal juga dengan Hari Raya Qurban (Kurban).

Pada setiap perayaan hari raya tersebut dilakukan penyembelihan/pemotongan hewan kurban, berupa hewan sapi atau kambing.

Daging kurban merupakan produk pangan yang memiliki potensi bahaya baik secara biologi, fisik, serta kimia. Potensi tersebut muncul sejak proses pemotongan hewan dimulai.

Oleh karena itu diperlukan praktik kebersihan dan sanitasi sewaktu proses penanganan hewan kurban. Penyebab terkontaminasinya daging oleh mikroorganisme yang disebabkan oleh sanitasi yang buruk seperti tidak adanya fasilitas air, pisau yang tidak tajam, dan lain-lain.

Baca Juga :  Malam Nisfu Sya'ban : Kebajikan dan Ibadah yang Dianjurkan

Kebersihan pada setiap proses pengendalian penyembelihan hewan harus dipraktikkan karena hal ini berkaitan dengan adanya cemaran yang terdapat pada daging.

Melansir teknologiveteriner Berikut tata cara dan anjuran menyimpan serta mengolah atau memasak daging kurban

1. Jangan mencuci daging segar, karena jika dicuci maka akan memberi peluang bagi penyakit-penyakit yang berasal dari air mentah masuk ke dalam daging.

2. Jika daging/jeroan terlihat kotor, dapat dibersihkan dengan cara direbus dalam air mendidih, minimal 30 menit.

3. Daging digiling atau potong daging menjadi ukuran kecil/sedang sesuai rencana masak atau berdasarkan perkiraan kebutuhan sekali masak, sehingga dapat mempermudah ketika nanti hendak mempergunakan daging yang telah disimpan.

Baca Juga :  Pertalite Hilang di Sejumlah SPBU Jakarta, Ternyata Ini Penyebabnya

4. Daging yang telah digiling atau dipotong tersebut dikemas dalam kantong plastik atau wadah tertutup rapat, lebih baik apabila di-vakum.

5. Bekas kemasan daging tidak langsung dibuang, direndam dahulu dengan disinfektan/cairan pemutih/cuka dapur.

6. Daging dimasukkan ke dalam chiller (bagian kulkas yang bersuhu 2oC-5oC) minimal 24 jam, kemudian baru disimpan di dalam freezer, agar proses pendinginan dapat berlangsung rata dan tidak mendadak, serta menjaga struktur daging agar tetap stabil bahkan bisa lebih empuk.

Baca Juga :  KPU Bolmut Minta Semua Pihak Patuhi Masa Tenang Pilkada 2024

7. Apabila daging beku yang disimpan dari freezer hendak diolah/dimasak, maka daging dipindahkan dari freezer ke chiller terlebih dahulu, agar proses thawing (pencairan) dapat berlangsung perlahan dan merata sehingga struktur daging senantiasa dapat tetap bagus ketika digunakan.

8. Dalam hal mengolah atau memasak, daging harus dimasak dengan benar dan matang, untuk membunuh bibit-bibit penyakit yang kemungkinan terdapat dalam daging.

9. Jika daging tersebut dipanggang, seperti dibuat menjadi sate dan lain sebagainya, dianjurkan untuk membuang atau membersihkan bagian-bagian yang gosong, hitam, atau kerak dari tempat pemanggangan.

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."