Musrenbang Lakea Bahas 62 Usulan Pembangunan, Stunting dan Irigasi Jadi Sorotan

Musrenbang Lakea Bahas 62 Usulan Pembangunan, Stunting dan Irigasi Jadi Sorotan, (Foto Humas)

Republish.id, SULTENG – Pemerintah Kecamatan Lakea menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan pada Jumat, 6 Maret 2026, di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Desa Lakea. Forum ini menjadi langkah awal dalam merumuskan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Buol tahun 2027.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Buol Moh. Yamin Rahim, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Buol Karmin OY Kaimo, Kepala Bappeda-Litbang Kabupaten Buol Satar MS Badang, Camat Lakea Abdullah A. Maatiala, serta Ketua Bidang III TP-PKK Kabupaten Buol Nurbaya.

Selain itu, hadir pula pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para kepala desa bersama pengurus BPD se-Kecamatan Lakea, pihak Puskesmas, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, hingga awak media.

Camat Lakea Abdullah A. Maatiala menjelaskan bahwa Musrenbang kecamatan merupakan forum penting untuk menyatukan aspirasi pembangunan dari seluruh desa.

“Kita harapkan forum ini menghasilkan program prioritas yang tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat laju pembangunan daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Peringati Nuzulul Qur’an, Sekda Buol Pimpin Safari Ramadhan di Lakea

Kecamatan Lakea yang memiliki luas wilayah sekitar 128,29 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 12.558 jiwa meliputi tujuh desa, yakni Ilambe, Tuinan, Bukaan, Lakea I, Lakea II, Ngune, dan Lakuan.

Dari hasil Musrenbang desa yang telah diinput melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD-RI), tercatat sebanyak 62 usulan kegiatan yang mencakup berbagai sektor, mulai dari pertanian, perhubungan, perikanan, pendidikan, kesehatan, air bersih, hingga sosial kemasyarakatan.

Dalam forum tersebut, persoalan stunting juga menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan. Berdasarkan data e-PPGBM tahun 2026, tercatat 74 balita mengalami stunting dari total 1.194 balita sasaran di wilayah tersebut.

Kondisi ini mendorong pemerintah kecamatan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk terus melakukan intervensi melalui berbagai program kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

Untuk pembangunan mendatang, pemerintah kecamatan memprioritaskan peningkatan jaringan irigasi di kawasan Lakea I serta penyediaan air bersih di Desa Lakea II guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  PSDKU Untad Hadir di Buol, Akses Kuliah Dipermudah—Investasi SDM Jangka Panjang Mulai Digarap

Sementara itu, Kepala Bappeda-Litbang Kabupaten Buol Satar MS Badang menjelaskan bahwa Musrenbang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

“Tema pembangunan Kabupaten Buol tahun 2027 adalah ‘Mengembangkan sektor pertanian dan sumber daya alam secara berkelanjutan sebagai tulang punggung percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem dan penurunan stunting’,” jelasnya.

Ia menambahkan, prioritas pembangunan daerah meliputi penguatan sumber daya manusia, pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, reformasi birokrasi dan digitalisasi pemerintahan, stabilitas daerah, pelestarian lingkungan, pemerataan pembangunan, serta peningkatan infrastruktur.

Secara keseluruhan, seluruh kecamatan di Kabupaten Buol mengusulkan sebanyak 1.173 kegiatan pembangunan, dengan 62 usulan berasal dari Kecamatan Lakea.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Buol Karmin OY Kaimo turut menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat yang menjadi perhatian DPRD, seperti peningkatan infrastruktur dasar, penguatan ekonomi melalui UMKM dan sektor pertanian, peningkatan layanan kesehatan dan kualitas pendidikan, serta sinkronisasi program pembangunan desa dan daerah.

Baca Juga :  Safari Ramadan di Mopu, Wakil Bupati Kirim Pesan Tegas: Hak Masyarakat Tak Boleh Diabaikan!

Sekretaris Daerah Kabupaten Buol Moh. Yamin Rahim yang mewakili Bupati Buol menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum partisipatif yang melibatkan berbagai unsur dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran secara disiplin dan bijaksana dengan memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Selain mendukung program nasional seperti makan bergizi gratis, koperasi Merah Putih, sekolah rakyat, cek kesehatan gratis, serta ketahanan pangan dan pengendalian inflasi, Pemerintah Kabupaten Buol juga menjalankan sejumlah program strategis daerah.

Program tersebut di antaranya Program Buol Terang untuk pemerataan akses listrik serta pengembangan PSDKU guna memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.

Melalui Musrenbang Kecamatan Lakea ini, diharapkan seluruh usulan pembangunan yang dihasilkan dapat benar-benar berpihak kepada masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan Kabupaten Buol tahun 2027.

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini