Pelaku Usaha Eks Kanopi Tagih Janji Wali Kota Hengky Honandar, Ruko Rp 1.2 Miliar Tak Kunjung Ditempati

Apris Thalib alias Alo (40), salah satu warga yang meminta agar proyek ruko diselesaikan.

Republish.id, BITUNG — Harapan pelaku usaha dan pedagang kecil korban kebakaran Eks Kanopi untuk kembali memiliki tempat berjualan belum juga terwujud.

Hampir delapan bulan, mereka masih menunggu kepastian pemanfaatan ruko yang dibangun Pemerintah Kota Bitung di Kompleks Eks Kanopi Pusat Kota.

Kekecewaan itu disampaikan Apris Thalib alias Alo (40), salah satu pedagang yang juga pelaku usaha di kawasan tersebut.

Alo mengaku bersama pedagang lainnya sudah pernah menemui langsung Wali Kota Bitung Hengky Honandar untuk menyampaikan kondisi dan meminta kepastian mengenai ruko yang diperuntukkan bagi para pedagang korban kebakaran.

Namun, pertemuan tersebut menurut Alo belum memberikan hasil seperti yang mereka harapkan.

“Pemerintah jangan tutup mata terus dan membiarkan semua ini berlarut-larut. Saya dan teman-teman sudah pernah bertemu dengan Wali Kota membicarakan masalah ini. Namun saat itu Wali Kota hanya menyerahkan ke Sekda untuk ditindaklanjuti,” kata Alo.

Baca Juga :  Pelaku Pencurian Belasan Tabung Gas dan Kursi Plastik Ditangkap Polisi

Menurut dia, saat itu ada janji persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti. Namun hingga kini, janji tersebut belum terealisasi.

“Janji Wali Kota dan Sekda akan ditindaklanjuti, tapi sampai saat ini hanya tinggal janji,” sesalnya.

Ruko yang dimaksud merupakan proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Bitung dengan anggaran sekitar Rp1,2 miliar.

Bangunan tersebut terdiri dari 24 petak, masing-masing berukuran kurang lebih 4 x 5 meter. Ruko dibangun untuk menampung pedagang kecil, termasuk mereka yang kehilangan tempat usaha akibat kebakaran Pasar Kanopi.

Namun, hingga Kamis (20/8/2026), bangunan tersebut belum juga dapat dimanfaatkan.

Dari 24 petak, masih terdapat enam petak yang belum selesai dikerjakan.

Padahal, menurut Alo, pemerintah sebelumnya sempat menyampaikan ruko tersebut dapat ditempati pada Desember 2025.

Baca Juga :  Politisi NasDem Bitung Ini Was-was, Takut Dibunuh Usai Insiden Kue Panada Berisi Paku

Kini, waktu sudah memasuki Agustus 2026, tetapi para pedagang masih harus menunggu.

“Dulu pemerintah sampaikan sudah bisa ditempati Desember 2025. Tapi sampai sekarang belum juga terealisasi,” ujarnya.

Sebelumnya, pihak CV Boonfavor, dengan kontraktor Mike Lahoper menyebut keberadaan tiang dan kabel PLN yang melintang di lokasi menjadi salah satu kendala pembangunan.

Namun Alo mengatakan persoalan tersebut kini sudah teratasi.

“Dulu masalah tiang listrik dan kabel PLN. Sekarang alasan itu sudah teratasi. Tapi buktinya hanya jadi alasan saja, tanpa ada tindakan apa-apa,” katanya.

Ia khawatir bangunan yang belum dimanfaatkan justru semakin rusak.

“Sudah banyak pintu yang rusak. Kalau ini tidak segera dimanfaatkan, pasti akan rusak. Coba kalau sudah kita manfaatkan, pasti sudah ada gunanya bangunan ini,” ungkap Alo.

Baca Juga :  Jalan Rusak Bitung Makan Korban, Warga Minta Perbaikan

Alo mengatakan sedikitnya 14 pedagang korban kebakaran Eks Pasar Kanopi masih menunggu kepastian untuk menempati ruko tersebut.

Menurut dia, para pedagang bukan meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin kepastian agar dapat kembali menjalankan usaha dan mencari nafkah.

“Kami berharap supaya cepat selesai. Tidak usah terlalu banyak dengan janji. Kami ada 14 korban kebakaran Eks Pasar Kanopi yang sudah sangat lama ingin menempati ruko ini. Tapi sampai sekarang belum juga kelar pembangunannya,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Bitung, Rudy Theno saat dikonfirmasi perihal keluhan pelaku usaha dan pedagang kecil serta janji yang disampaikan pemerintah. Rudy mengatakan, percepatan penempatan ruko tersebut terus diupayakan.

“Kemarin baru selesai bikin kabel. Kemudian untuk atap seng. Dari PLN yang akan pasang,” beber Rudy.

Wartawan Republish.id Biro Kota Bitung