Turunkan ICOR di Bawah 6, Kementerian PU dan Kemenhan Perkuat Sinergi Membangun Infrastruktur

Jakarta, 5 Agustus 2025 – Seiring keputusan Pemerintah menetapkan rencana untuk memacu pertumbuhan ekonomi hingga 8% per tahun dalam periode 2025–2029, Kementerian Pekerjaan Umum melakukan sinergi lintas kementerian guna menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari mesin penggerak ekonomi nasional.

Langkah strategis itu mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, dengan Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, di Jakarta, Selasa (5/8/2025). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh jajaran kementerian untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan yang tidak hanya vital bagi keamanan negara, tetapi juga fundamental bagi kesehatan fiskal dan ekonomi.

Baca Juga :  7.968 Penumpang KA Liburan di Kota Malang Saat Libur 1 Muharram 1447 H di Stasiun Malang dan Diskon 30% KA Ekonomi Non Subsidi Masih berlaku, Manfaatkan Untuk Berlibur

Usai pertemuan, Menteri Dody Hanggodo mengatakan, “Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pembangunan infrastruktur yang tidak hanya penting bagi pertahanan negara, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat.”

Baca Juga :  Kenapa Support dan Resistance Penting dalam Analisis Teknikal Forex?

Lebih jauh, ia menekankan bahwa fokus pembangunan bersama Kementerian Pertahanan akan menyasar wilayah-wilayah yang selama ini membutuhkan perhatian lebih, seperti kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah rawan bencana.

Baca Juga :  Tips Strategis untuk Meningkatkan Profit Kontraktor Dermaga di Proyek Maritim

Menteri Dody Hanggodo menyebut, sudah ada payung hukum yang kuat, berupa Memorandum of Understanding (MoU) yang dijalin dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), untuk mewujudkannya.

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."