Wabah Virus HMPV Serang China: Gejala, Risiko, dan Langkah Pencegahan

Ilustrasi Virus (Foto: AI).

Republish.id, INTERNASIONAL – Setelah Covid-19, China kini menghadapi ancaman virus baru, Human Metapneumovirus (HMPV). Virus ini dilaporkan menyebar cepat dan memicu kekhawatiran di berbagai wilayah Negeri Tirai Bambu.

Mengutip NDTV, Jumat (3/1/2025), beberapa laporan menyebut rumah sakit dan krematorium kewalahan menangani lonjakan kasus.

Video yang beredar daring menunjukkan kondisi rumah sakit yang penuh sesak, memicu klaim darurat meski belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah.

Baca Juga :  Pemkab Bolmut Buka Rapat Koordinasi dan Workshop Keuangan Daerah Tahun 2024

Gejala dan Risiko HMPV

HMPV memiliki gejala yang mirip flu, seperti batuk, demam, hidung tersumbat, hingga mengi.

Dalam kasus berat, virus ini dapat menyebabkan bronkitis atau pneumonia, terutama pada bayi, lansia, dan individu dengan kekebalan tubuh lemah.

Menurut laporan The Nation, HMPV mirip dengan Respiratory Syncytial Virus (RSV), yang sering menyerang anak-anak di bawah dua tahun.

Baca Juga :  Trump-Xi Saling Puji di Beijing, Tapi Isu Taiwan Bayangi Hubungan AS-China

Namun, HMPV juga dapat menginfeksi anak-anak yang lebih tua dan individu dengan kondisi paru-paru kronis, seperti asma atau PPOK.

Penyebaran dan Pencegahan

CDC China menyatakan bahwa virus ini menyebar melalui droplet, aerosol dari batuk atau bersin, serta kontak dengan permukaan yang terkontaminasi. Masa inkubasi virus berkisar antara 3-5 hari.

Baca Juga :  Misteri Kematian Penambang PETI Paku Selatan, Luka Tusuk di Punggung Gegerkan Warga Boltara

Pemerintah China telah meningkatkan protokol deteksi, pelaporan, dan isolasi untuk mengatasi lonjakan kasus. CDC juga mengeluarkan rekomendasi untuk membendung penyebaran, termasuk:

Memakai masker di tempat ramai.

Menjaga jarak sosial.

Rutin mencuci tangan.

Menghindari keramaian.

Memastikan ventilasi baik dalam ruangan.

Menjaga pola hidup sehat.

Pejabat kesehatan terus memantau situasi dengan saksama untuk mencegah meluasnya wabah ini.

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."