Tolak Gencatan Senjata, Israel Perintahkan Pasukan Serbu Kota Rafah

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Foto : Dok. AFP)

Republish.id – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memerintahkan militernya agar bersiap untuk memasuki kota Rafah, perbatasan di Jalur Gaza, Palestina.

Melansir AFP, Pengumuman itu disampaikan Netanyahu usai menolak proposal gencatan senjata yang diajukan Hamas.

Padahal, usai bertemu dengannya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken yang sedang berkunjung ke Timur Tengah bersikeras masih melihat “ruang untuk mencapai kesepakatan”.

Netanyahu mengatakan telah memerintahkan pasukan untuk “bersiap beroperasi” di kota tersebut dan bahwa “kemenangan total” atas Hamas hanya tinggal beberapa bulan lagi.

Baca Juga :  Kebakaran Dahsyat Los Angeles: Ribuan Rumah Hangus, Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Soal usulan gencatan senjata, ia mengatakan “menyerah pada tuntutan aneh Hamas yang baru saja kita dengar, karena hanya akan mengundang pembantaian lagi”.

Sementara itu, Blinken yang mendesak gencatan senjata mengatakan bahwa usulan Hamas setidaknya menawarkan kesempatan untuk melanjutkan negosiasi.

“Meskipun ada beberapa hal yang jelas-jelas tidak dapat dimulai dalam tanggapan Hamas, kami pikir hal ini menciptakan ruang untuk mencapai kesepakatan, dan kami akan berupaya tanpa henti sampai kami mencapainya,” kata Blinken dikutip dari CNN Indonesia.

Baca Juga :  Gen-Z Guncang Nepal: PM KP Sharma Oli Mundur Usai 22 Orang Tewas dalam Aksi Protes Antikorupsi

Di lain sisi, kekhawatiran meningkat terhadap ratusan ribu warga Palestina yang mencari perlindungan di Rafah di sepanjang perbatasan Mesir.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa serangan militer ke kota tersebut “akan secara eksponensial meningkatkan apa yang sudah menjadi mimpi buruk kemanusiaan”.

Baca Juga :  Pemimpin Tertinggi Iran Diklaim Tewas, Pernyataan Trump Picu Ketegangan Global

Agresi Israel di Palestina telah memasuki bulan keempat sejak dimulai pada 7 Oktober lalu. Jumlah warga sipil di Gaza yang tewas juga semakin bertambah.

Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan korban tewas mencapai lebih dari 27.500 orang, di mana sebagian besar korban di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/internasional/20240208161141-120-1060203/tolak-gencatan-senjata-netanyahu-perintah-pasukan-israel-serbu-rafah

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."