Merz Sentil AS: Iran “Permalukan” Washington, NATO Kian Retak?

Kanselir Jerman Friedrich Merz menilai Iran telah mempermalukan Amerika dengan membuat pejabat AS datang ke Pakistan untuk berunding & pulang tanpa hasil. (Foto: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Republish.id, INTERNASIONAL – Kanselir Jerman, Friedrich Merz, melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat terkait konflik dengan Iran. Ia menilai Teheran berhasil mempermalukan Washington dalam upaya diplomasi yang berujung tanpa hasil.

Menurut Merz, Iran memainkan strategi negosiasi yang tidak biasa dengan membuat pejabat AS datang ke Pakistan untuk berunding, namun akhirnya pulang tanpa kesepakatan apa pun.

“Orang Iran jelas sangat piawai dalam bernegosiasi-atau lebih tepatnya sangat piawai dalam tidak bernegosiasi-membiarkan Amerika datang ke Islamabad lalu pulang lagi tanpa hasil apa pun,” katanya saat berbicara kepada mahasiswa di Marsberg, Senin (27/4).

Ia juga menyoroti lemahnya arah kebijakan Washington dalam menghadapi konflik tersebut. Bahkan, Merz menyebut kepemimpinan Iran, khususnya Islamic Revolutionary Guard Corps, telah mempermalukan Amerika Serikat di panggung global.

Baca Juga :  Tolak Gencatan Senjata, Israel Perintahkan Pasukan Serbu Kota Rafah

“Seluruh sebuah negara sedang dipermalukan oleh kepemimpinan Iran, terutama oleh apa yang disebut Garda Revolusi (IRGC). Karena itu saya berharap situasi ini segera berakhir secepat mungkin,” tambahnya dalam acara di Nordrhein-Westfalen.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga melontarkan kritik keras kepada sekutu-sekutu di NATO. Ia menilai negara-negara Eropa tidak memberikan dukungan yang cukup dalam menghadapi serangan balasan Iran sejak perang pecah pada 28 Februari.

Trump bahkan mengeluhkan tidak adanya kontribusi angkatan laut Eropa untuk membuka Selat Hormuz yang diblokade Iran. Dalam beberapa kesempatan, ia juga mengancam akan menarik AS dari NATO, organisasi yang selama ini sangat bergantung pada kontribusi Washington.

Baca Juga :  Kerusuhan Bangladesh : Ribuan Demonstran Bakar Stasiun TV, 25 Orang Tewas

Menanggapi hal itu, Merz menegaskan bahwa Jerman dan negara-negara Eropa tidak pernah diajak berkonsultasi sebelum AS bersama Israel melancarkan serangan ke Iran. Ia mengaku telah menyampaikan keraguannya langsung kepada Trump setelah konflik dimulai.

“Jika saya tahu ini akan berlangsung lima atau enam minggu dan semakin memburuk, saya akan menyampaikannya dengan jauh lebih tegas,” kata Merz, sembari membandingkan situasi ini dengan keterlibatan militer AS di Irak dan Afghanistan.

Baca Juga :  Timor Leste Resmi Jadi Anggota ke-11 ASEAN, Diresmikan di KTT Kuala Lumpur

Sebagai bentuk kontribusi, Merz menyebut pihak Eropa sebenarnya telah menawarkan bantuan, termasuk pengiriman kapal penyapu ranjau Jerman untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang disebut telah dipasangi ranjau.

Di sisi lain, ia mengakui konflik ini memberikan dampak besar bagi ekonomi Jerman. “Banyak uang, banyak uang pembayar pajak, dan banyak kekuatan ekonomi,” paparnya, seperti dikutip Reuters.

Pernyataan keras Merz ini semakin menegaskan adanya retakan serius antara Washington dan sekutu-sekutunya di Eropa, khususnya dalam tubuh NATO. Bahkan sebelum konflik AS-Iran memanas, hubungan transatlantik sudah mengalami ketegangan akibat berbagai isu, termasuk perang Rusia di Ukraina.

Redaksi Republish.id