Republish.id, NASIONAL – Pemerintah pusat mengambil langkah tegas menyikapi kasus keracunan massal pada Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memutuskan untuk menutup sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah, sambil dilakukan evaluasi menyeluruh.
“SPPG yang bermasalah ditutup untuk sementara dilakukan evaluasi dan investigasi,” kata Zulhas, dilansir Antara, Minggu (28/9).
Pernyataan itu disampaikan dalam Konferensi Pers Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Program Prioritas MBG di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta.
Zulhas menegaskan, aspek yang dievaluasi mencakup kedisiplinan, kualitas, hingga kemampuan juru masak di setiap dapur layanan.
“(Evaluasi) tidak hanya di tempat yang terjadi, tetapi di seluruh SPPG,” ujar Zulhas.
Selain itu, ia mewajibkan seluruh SPPG melakukan sterilisasi peralatan makan serta memperbaiki sanitasi, khususnya pada kualitas air dan alur limbah. “Semua dievaluasi dan diinvestigasi,” tegas Zulhas.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, untuk meminta penjelasan terkait rentetan kasus keracunan tersebut.
Dalam laporannya, Dadan menyebutkan bahwa hingga kini terdapat 9.615 SPPG yang beroperasi, melayani kurang lebih 31 juta penerima manfaat.
“Capaian jumlah SPPG yang operasional telah mencapai 9.615 dan telah melayani kurang lebih 31 juta penerima manfaat,” kata Dadan.
Dadan juga merinci data KLB sejak program berjalan. Pada periode 6 Januari–31 Juli 2025, terbentuk 2.391 SPPG dengan 24 kasus kejadian. Sementara pada 1 Agustus–27 September 2025 bertambah 7.244 SPPG dengan 47 kasus kejadian.













Leave a Reply
View Comments