Republish.id, SULTENG – Upaya Pemerintah Kabupaten Buol untuk menuntaskan persoalan layanan dasar kembali digencarkan melalui audiensi bersama warga Desa Bunobogu dan sekitarnya. Pertemuan yang digelar di Masjid Syuhada Desa Bunobogu pada Rabu (26/11) ini memfokuskan pembahasan pada masalah air bersih serta kondisi jalan penghubung Bunobogu–Konamukan–Ponipingan yang telah lama dikeluhkan masyarakat.
Audiensi tersebut dihadiri oleh Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo, Staf Khusus Drs. Mohammad, Kadis PUPR Darsyad, S.T., Sekretaris Pertanian dan Ketahanan Pangan Qosim, SP., M.Si., Kabid Tata Ruang PUPR Rusli, S.Hut., para kepala desa dari Bunobogu, Ponipingan, dan Bunobogu Selatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat.
Dalam forum dialog itu, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan terkait pengelolaan air bersih di wilayah mereka. Berdasarkan sejumlah program yang pernah dijalankan, warga menilai masih ada kendala berulang akibat minimnya pelibatan masyarakat dalam tiap tahapan, sehingga program tidak berjalan berkelanjutan.
Survei sebelumnya menunjukkan bahwa sungai di sisi kiri memiliki potensi debit stabil sepanjang tahun. Namun, hulu sungai masih menghadapi tantangan berupa perbedaan karakter dua cabang aliran serta endapan yang memengaruhi kestabilan suplai. Warga menilai pengerjaan teknis selama ini belum mengkaji aliran hulu–hilir secara komprehensif.
Karena itu, warga menekankan perlunya kajian ulang, perencanaan lebih matang, serta optimalisasi potensi sumber air. Pelibatan masyarakat dianggap penting agar program dapat berkelanjutan dan sesuai dengan kebiasaan lokal.
Mereka juga berharap proyek yang direncanakan dapat bersifat permanen, mengingat kebutuhan air bersih di wilayah hutan Bunobogu Selatan semakin mendesak.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati Buol Risharyudi Triwibowo menjelaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan sejumlah langkah. Menurutnya, audiensi di Masjid Syuhada menjadi bagian penting dari proses awal, mengingat turut hadir aparat desa, BPD, serta perwakilan dinas terkait.
Dalam waktu dekat, tim gabungan akan turun melakukan pemeriksaan langsung, termasuk memeriksa kondisi rumah warga, mengecek sumber air (intake), dan mengidentifikasi penyebab pipa tak berfungsi.
Ia menyebut bahwa masalah air bersih selama ini disebabkan dua faktor: debit yang kecil atau debit besar tetapi tidak dikelola dengan baik sehingga fasilitas mudah rusak. Karena itu, ia menegaskan pentingnya perencanaan, pengorganisasian, dan proses pelaksanaan yang melibatkan masyarakat.
Meskipun anggaran daerah terbatas, pemerintah pusat disebut memberikan peluang dukungan pendanaan. Proposal terkait infrastruktur air, telekomunikasi, dan persampahan telah disusun untuk diajukan sebagai usulan.
Terkait pendanaan daerah, Bupati menegaskan bahwa jika kebutuhan anggaran hasil pemeriksaan teknis berada di bawah Rp5 miliar, perbaikan bisa dilakukan melalui APBD. Namun, apabila dibutuhkan pembangunan ulang dari intake hingga jaringan pipa baru, pihaknya akan mengajukan dukungan pendanaan melalui APBN.
Selain persoalan air bersih, warga juga menyoroti kondisi jalan Bunobogu–Konamukan–Ponipingan yang telah lama rusak. Bupati menjelaskan bahwa pembangunan jalan sebelumnya sudah direncanakan, namun tertunda karena efisiensi anggaran. Dirinya memastikan program tersebut akan kembali diperjuangkan.
“Insya Allah akan kita perjuangkan kembali untuk tahun berjalan ini,” tutupnya.









Leave a Reply
View Comments