Republish.id, BOLTARA – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan di Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), menuai sorotan setelah sejumlah tenaga pendidik mengeluhkan kualitas menu yang diterima pada Rabu (10/6/2026). Keluhan tersebut bahkan berujung pada penolakan distribusi makanan di beberapa sekolah.
Peristiwa ini mencuat setelah beredarnya video di media sosial yang diunggah oleh salah satu tenaga pendidik yang diduga berasal dari SDN 13 Kaidipang. Dalam video tersebut, pengunggah menyampaikan keberatan terhadap kualitas makanan yang diterima pihak sekolah.
Disebutkan, salah satu menu berupa tahu isi ikan diduga menimbulkan reaksi tidak nyaman bagi beberapa tenaga pendidik setelah dicicipi, seperti rasa gatal pada lidah dan mual. Selain itu, ditemukan pula buah pepaya yang diduga telah berjamur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, video dari SDN 13 Kaidipang menjadi pemicu munculnya keluhan serupa dari sekolah lain. Salah satunya datang dari SMK Negeri 1 Kaidipang yang secara tegas menolak pendistribusian menu MBG pada hari tersebut.
Kepala SMK Negeri 1 Kaidipang, Ansar Musa, membenarkan adanya penolakan tersebut. Menurutnya, pihak sekolah memilih langkah pencegahan demi menghindari risiko terhadap kesehatan siswa.
“Saat menu MBG tiba, kami merasa ragu dan khawatir untuk membagikannya kepada siswa. Demi keselamatan dan kesehatan mereka, kami memilih menolak menu MBG pada Rabu kemarin (10/6/2026). Lebih baik mencegah daripada mengobati,” ujar Ansar Musa.
Menanggapi keluhan yang berkembang, pihak SPPG Boroko Kaidipang segera melakukan klarifikasi dan pemeriksaan langsung terhadap menu yang dilaporkan bermasalah.
Dalam klarifikasi resmi yang diunggah melalui salah satu platform media sosial pada Rabu malam (10/6/2026), pihak SPPG menyampaikan bahwa mereka telah melakukan uji rasa terhadap makanan yang dikeluhkan.
“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan reaksi alergi maupun rasa gatal setelah mengonsumsi menu tersebut. Namun, sebagai langkah antisipatif dan bentuk tanggung jawab, kami memutuskan untuk menarik seluruh paket MBG yang telah didistribusikan pada hari itu,” tulis pihak SPPG dalam pernyataan resminya.
Usai penarikan, Kepala SPPG Boroko Kaidipang menggelar evaluasi internal bersama staf dan mitra penyedia makanan. Hasil evaluasi tersebut memutuskan penghentian sementara pendistribusian menu MBG pada Rabu, 10 Juni 2026, sekaligus menarik seluruh paket yang telah beredar.
SPPG Boroko Kaidipang juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap seluruh penerima manfaat program MBG guna memastikan kondisi kesehatan peserta didik tetap terjaga.
Selain itu, pihak SPPG menyatakan terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari guru maupun pihak sekolah. Dalam waktu dekat, akan digelar rapat evaluasi dan dengar pendapat bersama kepala sekolah serta guru penanggung jawab (PIC) guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terkait kejadian tersebut.
“Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada Bapak dan Ibu atas pendistribusian MBG pada minggu ini,” tulis pihak SPPG dalam pernyataan penutupnya.
Berdasarkan penelusuran, kejadian serupa ternyata bukan kali pertama terjadi. Pada Senin (8/6/2026), pihak SPPG juga sempat menarik menu MBG setelah muncul keluhan terkait salah satu lauk berkuah yang dilaporkan mengalami perubahan warna dan mengeluarkan bau amis.









Leave a Reply
View Comments