Cuaca Ekstrem Ancam Sulut, BMKG Minta Warga Waspada hingga Akhir Pekan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga mewaspadai potensi cuaca ekstrem hingga beberapa hari ke depan. (Foto ANTARA/Karel A Polakitan)

Republish.id, SULUT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah Sulawesi Utara hingga akhir pekan ini.

Peningkatan aktivitas atmosfer menjadi pemicu utama kondisi tersebut, yang berpotensi menghadirkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang.

BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, serta peningkatan akumulasi curah hujan harian,” kata Karina Husna di Manado, Selasa (24/3), dikutip Antara.

Sejumlah wilayah di Sulawesi Utara diperkirakan terdampak kondisi ini. Beberapa kabupaten dan kota bahkan masuk kategori waspada karena berpotensi mengalami hujan berintensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Selain curah hujan, BMKG juga menyoroti adanya peningkatan kecepatan angin yang dapat memperburuk dampak cuaca, terutama di wilayah pesisir serta daerah dengan kondisi geografis rawan.

Baca Juga :  Kapolda Sulut Rayakan Sumpah Pemuda ke-96: Maju Bersama Indonesia Raya

Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG serta mengambil langkah antisipasi guna meminimalisir risiko yang mungkin terjadi.

Baca Juga :  Optimalkan Dukungan Masyarakat, Caleg PDI Perjuangan Rudolf Tulende Kampanye Door to Door

BMKG menegaskan, “Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.”

Baca Juga :  Bendahara Koperasi di Minahasa Tenggara Laporkan Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan ke Polda Sulut

Lebih lanjut, warga yang tinggal di daerah rawan bencana seperti lereng perbukitan dan bantaran sungai diminta meningkatkan kesiapsiagaan selama periode cuaca ekstrem ini berlangsung.(*)

Redaksi Republish.id