Dampak Karhutla Sasar Lansia dan Anak-anak, Kasus ISPA di Bitung Melonjak 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung, dr Pitter Lumingkewas

Republish.id, BITUNG – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), mengalami peningkatan dalam tiga bulan terakhir.

Peningkatan ini dipicu oleh buruknya kualitas udara akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kiriman serta kondisi cuaca El Nino.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bitung yang dihimpun dari sembilan Puskesmas, tren kenaikan kasus tercatat signifikan sejak bulan Juli.

Baca Juga :  Paskibraka Bitung Sukses Kibarkan Merah Putih, Rudy Theno Beri Apresiasi

“Kasus ISPA pada bulan Juli sebesar 876 kasus, Agustus 1.041 kasus, dan September 1.038 kasus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung, dr. Pitter Lumingkewas, saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan, Selasa (20/10/2026).

Pitter mengungkapkan, lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan tersebut didominasi oleh kelompok usia rentan.

“Jumlah itu paling banyak anak-anak dan lansia,” jelasnya.

Menyikapi kondisi ini, Pitter mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan mengenakan masker saat berada di luar rumah, terutama bagi mereka yang beraktivitas dan bekerja di luar ruangan.

Baca Juga :  Realisasi PAD Kota Bitung Capai Rp 88,2 Miliar per September 2026

“Apabila ada masyarakat mengalami gejala gangguan pernapasan yang memburuk, diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” tambah Pitter.

Melonjaknya kasus ISPA ini memicu reaksi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bitung. Ketua Komisi I DPRD Bitung, Nabsar Badoa, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung tidak menganggap sepele bahaya paparan asap karhutla bagi kesehatan warga.

Baca Juga :  6 Tahun SAKTI Sulut Tangani 330 Pengaduan ABK Perikanan

“Ini perlu diseriusi pemerintah dan memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait dengan dampak asap karhutla,” tegas legislator PDI Perjuangan itu.

Nabsar mendesak Pemkot Bitung segera mengambil langkah antisipatif serta mengseriusi persoalan tersebut.

“Pak Wali Kota Hengky Honandar harus lebih serius melihat kondisi ini. Jangan sampai kita lengah sedikit pun,” pungkasnya.

 

 

Wartawan Republish.id Biro Kota Bitung