6 Tahun SAKTI Sulut Tangani 330 Pengaduan ABK Perikanan

Ketua Umum SAKTI Sulut Arnon Hiborang melakukan pemotongan tumpeng di HUT ke-6.

Republish.id, BITUNG — Serikat Awak Kapal Perikanan Bersatu (SAKTI) Sulawesi Utara (Sulut) mencatat rekam jejak panjang dalam mengadvokasi hak-hak pekerja laut.

Selama 6 tahun berdiri, SAKTI Sulut tercatat telah menangani laporan dari 330 awak kapal perikanan (ABK) yang menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan.

Data tersebut dibeberkan dalam peringatan HUT ke-6 SAKTI Sulut yang digelar disalah satu cafe yang ada di wilayah Kecamatan Matuari, Kamis (15/10/2026).

Ketua Umum SAKTI Sulut, Arnon Hiborang menyampaikan ratusan aduan tersebut datang dari ABK yang beroperasi di wilayah domestik maupun luar negeri.

“Berdasarkan data pengaduan sejak tahun 2020 hingga 2026, SAKTI Sulut telah menerima laporan dari 330 ABK. Sebanyak 238 orang mengalami persoalan di dalam negeri dan 92 orang lainnya di luar negeri,” ujar Arnon.

Ia menegaskan bahwa deretan angka tersebut bukan sekadar statistik laporan organisasi semata. Di balik ratusan kasus tersebut kata dia, ada persoalan kemanusiaan, nasib keluarga, dan masa depan pekerja yang harus terus diperjuangkan.

Baca Juga :  Hengky-Randito Hadiri HUT ke-106 GMIM Imanuel Sagerat

“Masalah yang dihadapi para ABK pun terbilang kompleks. Mulai dari upah yang tak layak, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak, kecelakaan kerja, kematian di atas kapal, hingga ancaman perbudakan modern dan perdagangan orang,” bebernya.

Selain advokasi kasus, SAKTI Sulut juga lanjut Arnon, memenangkan gugatan PHK sepihak di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) periode 2025–2026, mendorong terbentuknya Dewan Pengupahan Kota Bitung, membagikan kotak P3K di atas kapal, hingga memfasilitasi pelatihan keselamatan Basic Safety Training (BST) F2 gratis bagi 90 ABK.

Sementara itu, Perwakilan International Transport Workers’ Federation (ITF), Rivaldo, yang hadir dalam HUT SAKTI Sulut ini juga menyampaikan, bahwa sektor perikanan membutuhkan perhatian mendesak. Dalam dua dekade terakhir, angka kematian pekerja di laut masih sangat memprihatinkan.

“Dalam kurun waktu 20 tahun, sektor perikanan butuh perhatian khusus, terutama untuk ABK. Setiap tahun hampir ratusan ribu meninggal karena kelalaian atau hal-hal yang sebenarnya bisa diantisipasi dari awal,” tegas Rivaldo.

Baca Juga :  Buron Penggelapan Motor di Bitung Ditangkap di Pulau Bunaken

Rivaldo menuturkan bahwa ITF bersama afiliasinya di Indonesia terus berjuang agar hak-hak pekerja laut dipenuhi. Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras dan kedekatan pengurus SAKTI Sulut dengan para anggotanya di lapangan.

“SAKTI Sulut adalah organisasi yang dekat sekali dengan anggotanya. Kedekatan ini terbangun karena Bang Arnon dipercaya mampu membela dan melindungi para ABK,” tuturnya.

Terkait aksi pembagian kotak P3K yang dilakukan SAKTI Sulut ke kapal-kapal perikanan, ITF menilai hal tersebut sebagai pemicu kesadaran bersama di tengah minimnya perhatian terhadap keselamatan kerja.

“Mengenai P3K yang dibagikan SAKTI Sulut, itu hal yang terus kami lakukan. Sebab untuk memulai suatu gerakan, saat melihat tidak ada inisiatif, kita harus memberikan contoh kepada masyarakat. Makanya kami mencoba mengingatkan kembali bahwa hak-hak pekerja ABK perlu untuk dipenuhi,” tambah Rivaldo.

Ia menegaskan, keberadaan SAKTI Sulut kini makin dirasakan dampaknya meski sempat diterpa keraguan pada awal berdiri.

Baca Juga :  PAD Bitung Tembus Rp67,2 Miliar, Retribusi Masih Tertinggal

“Selamat HUT SAKTI Sulut ke-6. Sudah melewati masa yang mungkin sangat sulit atau membuat masyarakat bingung terkait kerja-kerja SAKTI. Namun dengan eksistensi yang diimplementasikan di lapangan kepada ABK, semuanya terus berjalan baik. Terus berjaya di laut dan di darat, terus melangkah agar SAKTI makin berjaya,” harapnya.

Senada disampaikan, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bitung, Rahmat Dunggio, berharap peringatan HUT ke-6 SAKTI Sulut ini dapat menjadi dorongan dan motivasi bagi peningkatan kesejahteraan para pekerja perikanan khususnya.

“Harapan kami pemerintah, pertemuan hari ini tidak hanya seremonial belaka. Tapi apa yang disampaikan diwujudkan di tengah-tengah masyarakat,” ujar Rahmat.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Kota Bitung akan terus berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan perlindungan dan pemenuhan hak-hak ABK.

“Selamat dan teruslah berjuang dalam mengangkat harkat dan martabat pekerja. Pemerintah Kota Bitung tetap mendukung dan siap memfasilitasi para pekerja perikanan,” pungkasnya.

 

Wartawan Republish.id Biro Kota Bitung