Republish.id, BITUNG – Dari 30 wakil rakyat yang duduk di DPRD Kota Bitung periode 2024–2029, baru satu legislator yang bergerak menyerahkan bantuan bagi korban kebakaran di Kelurahan Pateten Satu, Kecamatan Aertembaga. Kebakaran melanda RT 06/Lingkungan I.
Langkah tersebut diambil oleh Ramlan Ifran atau akrab disapa Haji Olan, legislator dari Partai NasDem. Ia menyalurkan bantuan dana tunai Rp 1 juta untuk setiap kepala keluarga (KK) terdampak.
Ihwalnya, peristiwa kebakaran ini berada di wilayah Dapil IV (Aertembaga, Lembeh Utara, Lembeh Selatan) yang sejatinya diwakili oleh 7 wakil rakyat. Selain Haji Olan (NasDem), area tersebut juga dinaungi oleh wakil rakyat lainnya seperti Edwin Podo, Paulus Denny Liemitang, dan Kyrie Eleison Inggrit Janis (Gerindra), serta Hevie Oktova Sumarrau, Vivy Jeanet Ganap, dan Juliwati Dewi Suawa (PDI Perjuangan).
Namun informasi yang ada hingga saat ini, baru Haji Olan yang mengulurkan bantuan pribadi secara langsung di lapangan.
”Musibah ini terjadi di depan mata kita dan bisa menimpa siapa saja. Sebagai sesama warga Bitung, sudah sewajarnya kita saling bantu tanpa perlu memperhitung-hitungkan hal lain,” ujar Haji Olan saat menemui para korban, Senin (19/10/2026).
Aksi tunggal wakil rakyat ini menuai apresiasi sekaligus sentilan halus dari warga setempat. Warga berharap keterpanggilan nurani ini dapat mengetuk kepedulian anggota dewan lainnya, terutama legislator dari daerah pemilihan Aertembaga.
”Kami sangat bersyukur Pak Haji Olan langsung datang membawa bantuan tunai. Bantuan ini sangat terasa langsung manfaatnya untuk membeli bahan pokok dan kebutuhan darurat,” ungkap salah satu warga terdampak.
Fenomena ini turut memantik berbagai komentar dari Netizen.Dimana menurut Netizen, hal ini memperlihatkan krisis kepedulian emosional wakil rakyat terhadap penderitaan konstituennya.
”Sangat ironis ketika dari 30 anggota DPRD, hanya satu yang langsung tergerak. Terlebih untuk anggota dewan dari dapil lokasi bencana, harusnya respon cepat ini jadi standar moral paling dasar,” tulis Arif Hermawan salah satu netizen yang berkomentar.
Ia menambahkan, kehadiran legislator saat terjadi musibah bukan hanya persoalan besaran nominal bantuan, melainkan bentuk empati dan kewajiban moral kepemimpinan.
”Jangan-jangan empati mereka sudah mati. Wakil rakyat hanya butuh suara saat pemilu, tapi absen ketika rakyat diterpa musibah. Ini jadi evaluasi untuk warga Bitung,” tutupnya.











Leave a Reply
View Comments