Pemkab Boltara Gelar Dialog Budaya, Dorong Generasi Muda Lestarikan Sejarah Lokal di Era Digital

Pemkab Boltara Gelar Dialog Budaya, Dorong Generasi Muda Lestarikan Sejarah Lokal di Era Digital, (Foto: Doc. Humas)

Republish.id, BOLTARA – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Dialog Budaya dan Sejarah Lokal bertema “Local Heritage, Digital Generation: Menguatkan Identitas Budaya melalui Literasi Digital” di Coconut Beach Resto, Kamis (29/10/2026), sebagai upaya memperkuat identitas daerah dan mendorong pelestarian budaya melalui pemanfaatan teknologi digital.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Boltara yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Fadly T. Usup, S.E., M.M. Dialog ini menjadi wadah untuk menggali nilai-nilai luhur budaya sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan teknologi.

Baca Juga :  Mutasi 97 ASN di Boltara, Sirajudin Lasena Tekankan Kinerja dan Disiplin

Dalam sambutannya, Fadly menegaskan bahwa Boltara sebagai wilayah eks swapraja memiliki kekayaan budaya yang tak ternilai. Warisan tersebut, menurutnya, harus terus dihidupkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya, bukan sekadar dikenang melalui kegiatan seremonial.

Baca Juga :  Awal Kepemimpinan Baru, DPRD Bolmut Siap Bersinergi Kawal Pembangunan

Ia juga menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan perkembangan zaman. Teknologi digital perlu dimanfaatkan untuk mendokumentasikan sejarah, merekam tradisi lisan, serta mempromosikan kebudayaan Boltara agar dapat dikenal lebih luas dengan prinsip Local Heritage, Global Reach.

Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga perlu mengambil peran sebagai pelaku utama pelestarian budaya melalui pembuatan konten kreatif yang mengangkat kekayaan sejarah dan tradisi lokal.

Baca Juga :  Respons Kekeringan, Amin Lasena dan Ketua DPRD Boltara Bagikan Air Bersih

Fadly turut menekankan empat hal penting dalam upaya pelestarian budaya, yakni memperkuat dokumentasi budaya, melibatkan generasi muda, meningkatkan literasi digital, serta membangun kolaborasi berkelanjutan antara berbagai pihak.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para narasumber, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, camat atau perwakilannya, tokoh adat, budayawan, sejarawan, serta perwakilan pelajar dan mahasiswa.

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."