Republish.id, Gorontalo – Aktivis mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo, Madjid Mustaki (UNG) mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa salah satu peserta Gorontalo Half Maraton (GHM) yang terperosok di lubang trotoar depan Kantor Lurah Biawao, Kecamatan Kota Selatan.
Majid menilai, kecelakaan tersebut disebabkan oleh kelalaian Dinas PUPR yang tidak memasang rambu-rambu peringatan di lokasi proyek, sehingga mengakibatkan banyak korban.
“Saat ini kondisi korban sangat memprihatinkan dan sedang mendapat perawatan intensif di RS. Aloei Saboe. Untuk itu, saya meminta agar Dinas PUPR Kota Gorontalo bertanggung jawab dan segera mengambil tindakan atas insiden ini,” katanya.
Mantan Ketua Senat Mahasiswa FOK UNG menjelaskan, bahwa proyek pekerjaan trotoar tersebut dimulai sejak 29 Januari 2022 dengan total anggaran 29 milyar. Namun jenis pekerjaan tersebut lambat dikerjakan dan terkesan bahwa tidak adanya perhatian serius dari dinas terkait.
“Dinas PUPR Kota Gorontalo segera menyelesaikan proyek ini. Jangan sampai proyek ini terkesan hanya dibiarkan begitu saja tanpa adanya pekerjaan lanjutan. Hal ini dimaksud agar tidak ada lagi korban selanjutnya yang jatuh kedalam lubang trotoar yang sangat berbahaya itu,” tegasnya.
Terakhir, atas insiden terdebut Madjid mendesak Kejaksaan Tinggi Kota Gorontalo segera menurunkan tim audit guna menilai pengerjaan proyek pembangunan yang belum kunjung selesai.
“Langkah-langkah ini kami ambil untuk mencegah kejadian agar tidak terjadi hal serupa di masa mendatang,” Tutupnya. (*)








Leave a Reply
View Comments