Gelar Raker, Komisi 1 DPRD Gorut Bahas Peran Investor Bagi Daerah

Suasana rapat kerja Komisi 1 DPRD Gorut terkait aduan masyarakat terhadap dugaan penjualan mangrove, Senin (10/03/2025). (Foto : Dok. Istimewa)
Suasana rapat kerja Komisi 1 DPRD Gorut terkait aduan masyarakat terhadap dugaan penjualan mangrove, Senin (10/03/2025). (Foto : Dok. Istimewa)

Republish.id, GORONTALO – Kemajuan suatu daerah tidak terlepas dari keterlibatan para investor yang menanamkan modalnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan.

Namun, kehadiran investor juga kerap menimbulkan polemik, terutama ketika berbenturan dengan kepentingan masyarakat setempat dan kelestarian lingkungan.

Hal ini menjadi salah satu poin utama dalam Rapat Kerja Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) yang digelar pada Senin (10/03/2025).

Rapat tersebut membahas tindak lanjut laporan masyarakat terkait dugaan penjualan tanah di kawasan hutan mangrove.

Rapat ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Pemdes), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Bagian Hukum.

Baca Juga :  Jelang Musda, Steering Committee KNPI Kab.Gorontalo Perketat Peserta Musda Vl

Selain itu, hadir pula Camat, Kepala Desa Ilangata Barat beserta jajaran, serta pihak investor yang tengah berinvestasi di daerah tersebut.

Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua II DPRD Gorut, Ridwan R. Arbie, menegaskan bahwa kehadiran investor sangat berpengaruh terhadap perkembangan suatu daerah.

Menurutnya, banyak daerah di Indonesia yang mengalami pertumbuhan pesat karena adanya investasi yang masuk.

“Kemajuan daerah bergantung pada investor,” tegas Ridwan.

Ia menambahkan bahwa tidak sedikit daerah yang berkembang pesat hanya karena sektor jasa yang didukung oleh para investor.

Baca Juga :  Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Kunjungi Desa Huidu, Respon Keluhan Masyarakat Akses Jalan Tertutup

Namun, ia juga mengingatkan agar keberadaan investor tidak semata-mata hanya menguntungkan pihak tertentu tanpa memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

“Memang keberadaan investor di daerah tidak bisa dipungkiri memiliki peran penting, namun di sisi lain, kami juga berharap agar daerah juga tidak dimanfaatkan hanya untuk kepentingan sepihak dari investor,” jelasnya.

Ridwan juga menyinggung soal keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) di Gorut yang dinilainya masih belum optimal.

Hal ini, menurutnya, harus menjadi perhatian agar masyarakat setempat juga mendapatkan manfaat dari investasi yang masuk.

Sementara itu, pihak investor yang diwakili oleh bagian Legal dan Akuisisi, Adi, menyampaikan bahwa mereka mengalami berbagai tantangan dalam berinvestasi di Gorut.

Baca Juga :  Wabup Tonny Apresiasi Kejari Kabgor, Atas Peresmian Masjid Adhyaksa Syaifulloh

Ia mengaku bahwa pihaknya tidak berniat merugikan masyarakat, melainkan ingin turut serta membangun daerah tersebut.

“Kami di sini benar-benar untuk membangun, bukan untuk membodohi, namun justru di sini kami didesak. Apa sebenarnya kepentingannya? Kalau memang butuh, ayo kita diskusi untuk mencari solusi secara bersama,” tegasnya.

Adi juga menjelaskan bahwa kondisi berinvestasi di Gorut sebenarnya tidak terlalu menguntungkan bagi perusahaannya.

Menurutnya, mereka telah menggelontorkan anggaran yang cukup besar sejak awal proyek berjalan, bahkan di tahap awal tidak ada pemasukan sama sekali.(*)

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini