Trump Sindir Serangan Iran: Lemah dan Tak Serius

DALLAS, TEXAS - AUGUST 06: Former U.S.

Republish.id, INTERNASIONAL – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah serangan balasan Iran menghantam pangkalan militer AS di Qatar. Namun, mantan Presiden AS Donald Trump menyebut serangan tersebut sebagai tindakan “lemah” dan justru menilai hal ini sebagai langkah awal menuju perdamaian di Timur Tengah.

Trump merespons serangan rudal Iran yang ditujukan ke pangkalan militer Al Udeid milik Amerika Serikat pada Minggu malam (23/6) waktu setempat. Ia menyebut serangan itu tidak signifikan dan tidak menyebabkan korban jiwa.

Baca Juga :  Mantan Kapolres Bima Kota Terjerat Narkoba, Terancam Penjara Seumur Hidup!

“Iran secara resmi menanggapi Penghancuran Fasilitas Nuklir mereka dengan respons yang sangat lemah. Sesuai dugaan sebelumnya dan telah ditanggapi dengan sangat efektif,” ujar Trump melalui unggahan platform Truth Social seperti dilansir AFP.

“Saya ingin berterima kasih kepada Iran karena memberi kami pemberitahuan awal, yang memungkinkan tidak ada nyawa yang hilang, dan tidak ada yang terluka,” tambahnya.

Baca Juga :  Breaking News : Bocah 10 Tahun di Desa Tote Bolangitang Barat Dikabarkan Hanyut Terbawa Arus Laut

Trump juga mengatakan pemboman AS terhadap infrastruktur nuklir Iran yang jadi pemicu serangan balasan itu menjadi awal perdamaian regional di Timur Tengah. Ia berharap eskalasi ini segera berakhir.

“Mungkin Iran sekarang dapat melanjutkan upaya menuju perdamaian dan harmoni di kawasan. Saya akan dengan antusias mendorong Israel untuk melakukan hal yang sama,” tulis Trump.

Baca Juga :  Trump Rilis Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK, Ungkap Ketakutan Perang Dingin

Trump mengklaim Iran telah mengerahkan semua sistem persenjataannya dalam konflik ini dan berharap tidak ada lagi konflik tambahan.

Iran sendiri menyebut serangan rudal ke pangkalan militer Al Udeid sebagai respons “kuat” atas tindakan militer AS.

Pangkalan tersebut diketahui menampung ribuan personel militer AS dan menjadi markas depan Komando Pusat serta pasukan operasi khusus.