Abdul Zamad Lauma: Dihantam Isu Miring, Tetap Berdiri Teguh dalam Pengabdian Publik

Abdul Zamad Lauma, yang akrab disapa Om Dul.

Republish.id, BOLMUT – Abdul Zamad Lauma, yang akrab disapa Om Dul, kini menjadi sasaran serangan dari segelintir orang yang merasa iri. Namanya mencuat setelah muncul tuduhan tentang ijazahnya yang dianggap bermasalah.

Dalam dunia politik yang sarat dengan intrik, isu ini tidak hanya dapat merusak reputasi pribadi, tetapi juga mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Sebelum menjabat sebagai anggota DPRD, Om Dul telah aktif sebagai pekerja sosial. Sejak tahun 2009, ia menjabat sebagai Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), posisi yang mensyaratkan gelar sarjana. Jika ijazah S1-nya bermasalah, Kementerian Sosial seharusnya telah memberhentikannya.

Namun, faktanya, Om Dul terus dipercaya sebagai Koordinator TKSK di Kabupaten Bolmut.

Baca Juga :  Dugaan Perundungan di Sekolah Wira Bhakti Gorontalo, Puluhan Siswi Lari dari Asrama

Pada tahun yang sama, Om Dul berprestasi dalam seleksi TKSK tingkat Sulawesi Utara dan menjadi yang terbaik dari 172 peserta. Keberhasilan ini membawanya ke tingkat nasional, dan pada tahun 2016, ia dinobatkan sebagai pendamping bansos terbaik nasional dari 7.021 TKSK di Indonesia.

Prestasi tersebut membuatnya diundang ke Istana Negara untuk menghadiri upacara 17 Agustus. Pengakuan ini didasarkan pada kemampuannya dalam mengelola tugas lapangan dan dokumen administratif dengan sangat baik.

Perjalanan politik Om Dul juga penuh dengan tantangan. Ia telah dua kali mengikuti pemilihan umum, merasakan pahit manisnya persaingan politik. Pada Pileg 2024, ia sukses meraih 1.209 suara, sebuah pencapaian luar biasa bagi pendatang baru di DPRD.

Baca Juga :  Demi Viral: Anak Down Syndrome Dipaksa Makan Daging Musang

Om Dul telah berkecimpung di PDI Perjuangan selama lebih dari 30 tahun, mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan, serta tercatat sebagai Guru Kader Madia di partai tersebut. Pengalamannya menunjukkan kontribusi besarnya di dunia politik.

Namun, prestasi ini diiringi dengan kritik, terutama terkait kesalahan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) di ijazahnya. Kesalahan administratif ini seharusnya ditangani oleh perguruan tinggi, bukan menjadi tanggung jawab individu.

Meski begitu, serangan terhadapnya terus bermunculan, didorong oleh rasa iri dan upaya untuk menjatuhkannya.

Serangan yang tidak didasarkan pada fakta ini perlu disikapi dengan bijak oleh masyarakat. Kita harus bisa membedakan kritik yang membangun dari tuduhan yang bermotif merusak.

Baca Juga :  Saifuddin Rahman Dipercaya Perkuat Internal DPC PDI Perjuangan Boltara 2025–2030

Masyarakat berhak mendapatkan pemimpin yang jujur dan transparan, dan Om Dul telah menunjukkan komitmennya untuk melayani masyarakat tanpa terganggu oleh rumor yang tidak berdasar.

Pencapaian Om Dul di bidang kesejahteraan sosial menegaskan pentingnya peran TKSK dalam membantu masyarakat. Banyak warga di Sulawesi Utara yang terbantu melalui program sosial yang dipimpinnya. Keberadaan TKSK sangat vital dalam menjawab kebutuhan mereka yang membutuhkan bantuan.

Di tengah segala tantangan dan kritik, Om Dul terus menunjukkan dedikasi dan keberanian dalam menjalankan tugasnya, baik sebagai pekerja sosial maupun sebagai wakil rakyat.

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."