Republish.id, SULTENG – Pemerintah Kabupaten Buol resmi meluncurkan program pengembangan hortikultura terpadu yang menjadikan tanaman hias dan tanaman buah sebagai penggerak pembangunan ekonomi hijau berkelanjutan.
Program tersebut disepakati dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Tanaman Hias dan Tanaman Pelindung Hortikultura yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan pada Senin (20/7/2026), dengan fokus pada pengembangan komoditas unggulan, penentuan lokasi, hingga penyediaan bibit untuk seluruh wilayah Buol.
Bupati Buol menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Kami ingin menciptakan kawasan yang hijau, indah, dan sekaligus bernilai rupiah. Tanaman yang kita tanam harus memberi manfaat ganda: menjaga lingkungan dan meningkatkan pendapatan warga,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut menjadi forum untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam menetapkan jenis komoditas unggulan, menentukan lokasi pengembangan, serta mempersiapkan kebutuhan bibit yang akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Kabupaten Buol.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menjelaskan bahwa pengembangan hortikultura merupakan investasi jangka panjang yang memberikan manfaat di berbagai sektor, mulai dari meningkatkan pendapatan petani, menjaga kelestarian lingkungan, hingga memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dalam program tersebut, pemerintah memprioritaskan sejumlah tanaman hias, di antaranya pucuk merah, bougenville, euphorbia, puring, palem, oleander, bunga jepun, dan pohon lontar. Tanaman-tanaman tersebut akan ditanam di kawasan permukiman, sekolah, ruang terbuka hijau, serta berbagai fasilitas umum.
Selain itu, tanaman buah seperti mangga, alpukat, dan rambutan akan dikembangkan sebagai tanaman pelindung yang juga memiliki nilai ekonomi melalui hasil panennya bagi masyarakat sekitar.
Program pengembangan hortikultura terpadu ini juga diharapkan mampu membentuk sentra pembibitan lokal, meningkatkan kapasitas kelompok tani, memperluas ruang terbuka hijau, serta menjadi fondasi pengembangan wisata pertanian atau agrowisata di Kabupaten Buol.
Keberhasilan program akan didukung melalui kolaborasi berbagai pihak. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bertugas menyiapkan bibit unggul, memberikan pelatihan teknis, serta melakukan pengawasan.
Pemerintah kecamatan dan desa akan berkoordinasi dalam penyediaan lahan sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi, sedangkan kelompok tani bersama warga diharapkan aktif menanam, merawat, dan menjaga keberlanjutan tanaman.
Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Buol optimistis mampu mewujudkan daerah yang lebih hijau, asri, dan produktif sekaligus memperkuat perekonomian daerah melalui sektor pertanian yang berdaya saing.











Leave a Reply
View Comments