Republish.id, NASIONAL – Harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi perhatian publik seiring kenaikan harga minyak mentah dunia dan fluktuasi nilai tukar rupiah.
Meski demikian, pasca arus balik Lebaran 2026, harga BBM masih mengacu pada penyesuaian yang telah diberlakukan di seluruh SPBU milik PT Pertamina (Persero) sejak 1 Maret 2026.
Berdasarkan pantauan terbaru di situs Pertamina Patra Niaga, Minggu (29/3/2026), harga Pertamax berada di kisaran Rp12.900 per liter. Sementara itu, Pertalite tetap berada di angka Rp10.000 per liter dan berlaku merata di seluruh wilayah Indonesia.
Penyesuaian ini dilakukan oleh Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga untuk produk BBM non-subsidi, khususnya Pertamax Series dan Dex Series. Kebijakan tersebut mengikuti formula harga yang telah ditetapkan pemerintah, serta mempertimbangkan tren rata-rata harga minyak dunia.
“Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan secara berkala dan tetap menjadikan harga Pertamax dan Dex Series sebagai yang paling kompetitif,” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun.
Adapun rincian harga BBM non-subsidi per Maret 2026 untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen sebagai berikut:
Pertamax: Rp12.300 per liter (naik Rp500 dari Rp11.800)
Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter (naik Rp450 dari Rp12.450)
Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter (naik Rp400 dari Rp12.700)
Dexlite: Rp14.200 per liter (naik Rp950 dari Rp13.250)
Pertamina Dex: Rp14.500 per liter (naik Rp1.000 dari Rp12.500)
Sementara itu, harga BBM di berbagai daerah di Indonesia menunjukkan variasi, meskipun sebagian besar masih berada pada kisaran yang sama.
Untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga Pertamax dipatok Rp12.300 per liter, sementara Pertamax Turbo Rp13.100 per liter. Adapun di wilayah Sumatera dan Kalimantan, harga Pertamax berkisar antara Rp12.600 hingga Rp12.900 per liter.
Di kawasan Indonesia Timur, termasuk Sulawesi dan Papua, harga Pertamax umumnya berada di angka Rp12.600 per liter. Sementara Pertalite tetap stabil di harga Rp10.000 per liter, dan Biosolar berada di Rp6.800 per liter di hampir seluruh wilayah.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan global, pemerintah dan Pertamina masih berupaya menjaga stabilitas harga BBM, khususnya untuk jenis subsidi yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.











Leave a Reply
View Comments