Republish.id – Harga minyak dunia mengalami kenaikan sekitar 3 persen pada awal perdagangan hari Jumat.
Dilansir dari Reuters, kondisi ini didorong oleh ketegangan yang terjadi di Timur Tengah, usai Israel menolak tawaran gencatan senjata dari Hamas.
Harga minyak Brent berjangka naik 8 sen, atau 0,1 persen menjadi US$ 81,71 per barel pada 0119 GMT, Jumat (9/2/2024)
Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS naik 17 sen, atau 0,2 persen, menjadi US$ 76,39 per barel.
Pengeboman yang dilakukan Israel terhadap kota perbatasan selatan Rafah pada hari Kamis kemarin juga meyebabkan harga minyak naik sekitar 3 persen dari sesi sebelumnya.
Kondisi ini terjadi usai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menolak proposal untuk mengakhiri perang di daerah kantong Palestina.
Ketegangan ini membuat harga minyak tetap tinggi, dengan minyak Brent dan WTI, keduanya diperkirakan naik 5,7 persen pada pekan ini.
Meski konflik ini telah menaikkan harga, namun tidak berdampak pada produksi minyak.
Akan tetapi, dengan adanya konflik di Ukraina, kombinasi serangan drone terhadap kilang-kilang Rusia serta gangguan teknis telah menyebabkan negara tersebut mengekspor lebih banyak minyak mentah dari yang direncanakan pada bulan Februari.
Kondisi ini dapat melemahkan janjinya untuk membatasi penjualan berdasarkan pakta OPEC+.
Berdasarkan kesepakatan dengan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang disebut OPEC+, Rusia berkomitmen untuk membatasi produksi minyak mentah sebesar 9,5 juta barel per hari (bph).
Negara ini juga secara sukarela memotong ekspor minyak mentah sebesar 300.000 barel per hari dan ekspor bahan bakar sebesar 200.000 barel per hari dari rata-rata tingkat Mei-Juni.(*)
*Berita ini telah tayang sebelumnya dengan judul : Israel Tolak Gencatan Senjata, Harga Minyak Langsung Melonjak











Leave a Reply
View Comments