Haris Julianto Ubah Tradisi Reses: Dari “Disurat” Kades hingga Himpun Pokir Rp 2,6 Miliar

Haris Julianto Ubah Tradisi Reses: Dari “Disurat” Kades hingga Himpun Pokir Rp 2,6 Miliar, (Foto Stenli/Republish.id)

Republish.id, SULTENG – Gaya reses anggota DPRD Sulteng Haris Julianto benar-benar tak biasa. Ketika banyak wakil rakyat muncul dengan agenda yang sudah dikemas sendiri, legislator dapil Buol-Tolitoli ini justru meminta kepala desa terlebih dahulu “menyurati” dirinya sebelum ia turun ke lapangan. Hasilnya bukan main: usulan lebih tertata, program tepat sasaran, dan Pokir yang berhasil dihimpun menembus Rp 2,6 miliar.

Biasanya reses berlangsung dengan pola baku: anggota dewan datang, warga menyampaikan keluhan, lalu tindak lanjutnya tidak jelas ke mana arah. Namun Haris memilih jalur berbeda.

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dari Komisi II tersebut mengungkapkan, metode yang ia terapkan sengaja dibuat “tampil beda” agar aspirasi masyarakat benar-benar sesuai kebutuhan lapangan.

“Reses terakhir saya di Paleleh, saya bikin tampil beda. Saya minta kepala desa menyurati saya. Jadi ketika saya hadir, bisa sesuai dengan keinginan masyarakat,” ungkap wakil rakyat dari dapil Buol-Tolitoli ini saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (08/12).

Baca Juga :  YSK Pastikan Pajak Kenderaan Bermotor 2026 Tak Naik, Kepgub Segera Terbit

Tak Hanya Mendengar, Tapi Minta Usulan Tertulis

Tidak berhenti di sana, Haris mendorong setiap aspirasi dituangkan dalam proposal jelas dan terstruktur. Bukan untuk mempersulit, melainkan agar proses pengawalan program lebih mudah dan tepat sasaran.

“Setiap orang yang reses, buatkan usulan dan lihat berapa kelompok yang diminta,” jelasnya.

Metode tersebut terbukti efektif. Pokok Pikiran DPRD (Pokir) yang berhasil ia kumpulkan kini mencapai Rp 2,6 miliar — angka yang sangat signifikan untuk skala legislator provinsi.

Jalur Kilat: Proposal Langsung ke Gubernur

Lebih menarik lagi, Haris merancang jalur percepatan agar aspirasi tidak tersendat dalam birokrasi legislatif. Ia mendorong masyarakat untuk mengajukan proposal langsung kepada gubernur, sementara DPRD hanya menerima tembusan untuk dibahas pada rapat paripurna.

Baca Juga :  Modern Monochrome Home with Calm and Cosy Terrace and Steps

“Saya minta proposal itu diajukan ke gubernur, ke kami tinggal tembusan. Nanti di rapat paripurna itu akan dibahas.”

Jenis bantuan yang diakomodasi melalui Pokir pun menyesuaikan kebutuhan spesifik tiap desa. “Pokir untuk bantuan tergantung dengan kebutuhan dari desa,” tegasnya.

Dorong Hilirisasi Jagung dan Percaya Kepada Bupati

Selain bantuan dan infrastruktur, Haris getol mengangkat pentingnya hilirisasi komoditas pertanian khususnya jagung sebagai motor peningkatan ekonomi petani. Ia menyampaikan keyakinan penuh pada kemampuan pemerintah daerah menjalankan visi tersebut.

“Percayakan sama bupati, apa yang menjadi harapan masyarakat ke dia. Petani bisa makmur, karena beliau punya visi dan misi,” ujarnya penuh optimisme.

Gagasan Besar: Tambang Buol Dikelola Orang Buol

Gagasan paling progresif Haris tampak dalam pandangannya terhadap pengelolaan sumber daya alam daerah. Merujuk pada Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Bodi, ia menegaskan bahwa kekayaan Buol seharusnya dikelola oleh masyarakat Buol sendiri.

Baca Juga :  TNI dan Masyarakat Tanjung Buaya Gelar Kerja Bakti Menyambut Hut RI ke-79

“Buol itu kaya sebenarnya. Baiknya sumber daya alam itu dikelola oleh orang Buol,” tegasnya.

“Buatlah yayasan atau koperasi yang dikelola oleh orang Buol. Misalnya masyarakat buat yayasan untuk mengelola pertambangan,” lanjutnya.

Visi besarnya sederhana: kekayaan daerah harus dinikmati oleh masyarakat lokal, bukan justru pihak luar.

Reses Versi Haris: Bukan Seremonial, Tapi Kerja Konkret

Pendekatan Haris Julianto menjadikan reses bukan sekadar ritual politik, melainkan forum produktif yang menghasilkan solusi, program terukur, dan perencanaan jelas.

Dengan sistem “surat dari kades”, proposal resmi, jalur percepatan ke gubernur, serta capaian Pokir Rp 2,6 miliar, ia menunjukkan bahwa reses bisa menjadi alat nyata untuk membangun.

Haris Julianto sendiri merupakan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Komisi II yang membidangi UMKM, pertanian, perikanan, dan pertambangan untuk daerah pemilihan Buol-Tolitoli.

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini