IHSG Terjun Bebas di Awal Februari, Menkeu Ungkap Penyebabnya

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom.

Republish.id, NASIONAL – Awal perdagangan Februari 2026 dibuka dengan tekanan berat di pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melemah tajam pada Senin (2/2/2026), memicu kekhawatiran investor sekaligus memancing respons langsung dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Pada perdagangan Senin (2/2/2026), yang merupakan hari pertama usai bursa saham gonjang-ganjing Rabu–Kamis (28 dan 29 Januari), IHSG tercatat mengalami penurunan signifikan.

Berdasarkan data RTI, pada pukul 09.05 WIB IHSG berada di level 8.132,36 atau turun 197 poin (melemah 2,37%) setelah sebelumnya dibuka di posisi 8.306,18 poin.

Tekanan berlanjut hingga pukul 10.30 WIB, saat IHSG merosot ke level 7.919 atau melemah 410 poin (4,92%). Memasuki sesi jeda siang, indeks kembali terkoreksi 5,31% ke posisi 7.887,16, bahkan sempat menyentuh level terendah 7.858,39. Hingga penutupan perdagangan Senin sore, IHSG bertahan di level 7.922,73.

Baca Juga :  Presiden RI Resmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Modernisasi Fasilitas Tingkatkan Kapasitas hingga 380 Ribu Pengguna per Hari

Menanggapi kondisi tersebut, Purbaya menyebut pasar masih diliputi ketidakpastian menyusul belum adanya Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) definitif, setelah Mahendra Siregar mengundurkan diri dari jabatan Ketua OJK pada Jumat (30/6/2026).

“Pergantian ketua OJK-nya, mungkin market masih menunggu. Ini kan masih sementara kan, siapa ketua OJK-nya, mungkin masih menunggu ketidakpastian itu,” ujar Purbaya saat ditemui usai Rakornas Kepala Daerah di SICC, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Baca Juga :  Teknologi Smart Office dari Crestron dan MLV Teknologi untuk Lingkungan Kerja yang Lebih Baik dan Efisien

Saat ini, Purbaya tengah menyiapkan Panitia Seleksi untuk pengisian jabatan pimpinan OJK. Proses pemilihan direncanakan berlangsung secara terbuka, sehingga seluruh pihak memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing.

Di tengah pelemahan pasar, Purbaya justru menilai situasi ini bisa menjadi momentum bagi investor untuk mengoleksi saham dengan harga lebih rendah. Ia menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.

“Tapi harusnya kalau saya sih, saya akan serok ke bawah, kenapa? Karena pondasi ekonominya masih bagus, nggak ada berubah, dan akan membaik terus ke depan,” kata Purbaya.

Sebelumnya, usai pertemuan dengan sejumlah menteri serta pejabat OJK dan BEI di Wisma Danantara pada Sabtu (31/1/2026), Purbaya menegaskan bahwa investor akan tetap berfokus pada fundamental perekonomian nasional. Pemerintah pun terus mengupayakan pertumbuhan ekonomi mendekati 6% pada tahun ini.

Baca Juga :  ARSSI Berkolaborasi dengan Qiscus untuk Sukseskan Seminar Nasional dan Healthcare Expo 2025

“Mereka akan lihat ke fundamental kan. Fundamental ekonominya bagus, saya perbaiki terus. Akan membaik terus ke depan, tahun ini mungkin ekonominya bisa tumbuh, bisa saya dorong mendekati 6%,” kata Purbaya.

Ia juga mengimbau investor agar tidak panik dan tetap tenang menghadapi gejolak pasar. Menurutnya, IHSG berpeluang kembali menguat.

“Harusnya bursanya akan naik. Anda nggak usah khawatir,” pungkasnya.