IHSG Ambruk Dua Hari, Dirut BEI Mundur—Menkeu Purbaya Buka-bukaan: “Buy, Serok-serok!”

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: ANTARA/Bayu Pratama S).

Republish.id, NASIONAL – Gejolak pasar modal yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk selama dua hari berturut-turut akhirnya berbuntut panjang. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, resmi mengundurkan diri. Keputusan itu langsung mendapat dukungan dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menilai langkah tersebut sebagai wujud tanggung jawab.

“Saya pikir sih positif sebagai bentuk tanggung jawab dia terhadap masalah yang timbul di bursa kemarin,” ujar Purbaya kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Purbaya mengungkapkan, akar persoalan bermula dari tidak ditindaklanjutinya masukan Morgan Stanley Capital International (MSCI) oleh manajemen BEI. Laporan itu berkaitan dengan ketentuan free float hingga potensi penurunan status BEI dari emerging market, yang kemudian memicu koreksi tajam IHSG.

Baca Juga :  KAI Daop 1 Jakarta Siapkan 808 Lebih Ribu Kursi untuk Nataru 2025/2026, 27% Sudah Terjual

“Karena dia kan tidak mem-follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan yang fatal di situ sehingga kita mengalami koreksi yang dalam kemarin, yang kalau nggak cepat dibetulin kan bisa mengganggu yang lain-lain, dianggapnya ekonominya nggak stabil padahal kan saya perbaiki ekonomi dengan sungguh-sungguh,” imbuhnya.

Meski demikian, Bendahara Negara menegaskan pengunduran diri Iman Rachman tidak membawa dampak negatif terhadap fiskal. Ia justru memandangnya sebagai sinyal baik bagi pasar.

Baca Juga :  Semester I 2025, PTP Nonpetikemas Catat Kinerja Bertumbuh

“Nggak ada (dampak), saya untung kalau dia mundur, bukan saya yang bayar juga gajinya, nggak ada (dampak) ke fiskal. Kalau saya pikir ini sinyal yang positif,” kata Purbaya.

Menurutnya, langkah cepat pemerintah dalam merespons gejolak IHSG akan meningkatkan kepercayaan investor, baik di pasar modal maupun sektor riil. Ia optimistis, ke depan arus investasi—termasuk penanaman modal asing (FDI)—akan kembali menguat.

“Artinya investor di pasar modal maupun di riil sektor lihat bahwa kita meng-handle masalah dengan cepat dan sungguh-sungguh. Jadi yang tadinya ragu-ragu, mestinya akan lebih yakin, bahwa arah ke depan agak lebih baik. Jadi mereka akan investasi di pasar modal maupun di riil sektor, di FDI,” ujar Purbaya dengan optimis.

Baca Juga :  Pastikan Operasional KA Tetap Aman Memasuki Musim Penghujan dan Jelang Masa Nataru, KAI Daop 6 Yogyakarta Lakukan Inspeksi Lintas

Bahkan, Purbaya menilai kondisi saat ini justru menjadi momentum bagi investor untuk masuk ke pasar saham. Ia percaya pasar modal Indonesia akan segera pulih.

“Wah ini positif kalau orang yang ngerti mah. Kalau yang ngerti mah, buy, serok-serok!” kata Purbaya.

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini