Republish.id, NASIONAL – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dukungannya terhadap dua mantan presiden, Soeharto dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), untuk dianugerahi gelar pahlawan nasional.
Menurut Jokowi, kedua tokoh tersebut memiliki kontribusi besar bagi bangsa dan negara. Ia menegaskan pentingnya menghargai jasa para pemimpin meskipun masing-masing memiliki sisi kelebihan dan kekurangan.
“Ya, setiap pemimpin, baik itu Presiden Soeharto maupun Presiden Gus Dur, pasti memiliki peran dan jasa terhadap negara dan kita semuanya harus menghargai itu dan kita sadar setiap pemimpin pasti ada kelebihan dan pasti ada kekurangan,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Kamis (6/10), dikutip dari detik.com.
Jokowi menjelaskan bahwa proses pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto dan Gus Dur telah melalui tahapan panjang. Ia menyebut, ada tim khusus yang menilai dan mempertimbangkan pengusulan tersebut.
“Pemberian gelar jasa terhadap para pemimpin itu juga melalui proses-proses, melalui pertimbangan-pertimbangan yang ada dari tim pemberian gelar dan jasa,” ucapnya.
Lebih lanjut, Jokowi menegaskan bahwa seluruh pihak perlu menghormati jasa besar Soeharto maupun Gus Dur terhadap bangsa Indonesia.
“Saya kira kita semua sangat menghormati peran dan jasa yang telah diberikan baik oleh Presiden Soeharto maupun Presiden Gus Dur bagi bangsa dan negara ini,” tambahnya.
Menanggapi munculnya pro dan kontra atas rencana pemberian gelar tersebut, Jokowi menilai hal itu sebagai bagian wajar dari dinamika demokrasi.
“Iya, biasa dalam negara demokrasi ada pro kontra, ada yang setuju, ada yang tidak setuju saya kira biasa. Tapi yang jelas ini kan ada tim, ada timnya, para pakar yang juga memiliki pertimbangan-pertimbangan yang kita semua harus menghargainya,” jelasnya.
Jokowi juga mendukung pandangan mikul dhuwur mendhem jero menjunjung tinggi kebaikan dan memendam keburukan terhadap para pemimpin terdahulu.
Sebelumnya, Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengajukan 40 nama tokoh nasional kepada Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) untuk dipertimbangkan menjadi pahlawan nasional tahun ini.
Ketua Dewan GTK yang juga Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkapkan total ada 49 nama yang diusulkan, termasuk sembilan nama bawaan dari tahun sebelumnya.
Selain Soeharto dan Gus Dur, sejumlah tokoh lain yang diusulkan antara lain aktivis buruh Marsinah, Jenderal (Purn) M. Jusuf, Ali Sadikin, KH Bisri Syansuri, Syaikhona Kholil Bangkalan, dan Prof Mochtar Kusumaatmadja.











Leave a Reply
View Comments