Kapolres Boalemo Sebut Kasus Rum Pagau Jadi Atensi

Mapolres Boalemo/ Ist.

Republish.id, BOALEMO – Laporan terkait dugaan pencemaran nama baik pers yang diduga dilakukan oleh Rum Pagau, kini jadi atensi Polres Boalemo.

Kapolres Boalemo AKBP Sigit Rahayudi mengatakan, laporan tersebut sudah diposisikan kepada Kasat reserse untuk ditindak lanjuti sesuai prosedur yang ada.

“Kalau saya sudah tulis atensi, berarti anggota harus benar-benar mengecek dan mencari tau apakah alat buktinya itu ada, yang kedua unsur-unsurnya terpenuhi,” kata AKBP Sigit Rahayudi kepada awak media, Rabu (8/5/2024).

Baca Juga :  Hukum Tak Boleh Dipakai Menekan Lawan Politik

Dirinya mengungkapkan, pihaknya akan mencari 3 alat bukti seperti, keterangan saksi, keterangan ahli, terakhir suratnya.

“Teman-teman kalau memang ada barang buktinya berupa video, perekam pertamanya itu siapa, nanti kasih tau ke kami juga, karena meminimalisir terjadinya namanya editing,” imbuhnya.

Baca Juga :  Mapala di Persimpangan Zaman: Dari Romantisme Petualangan Menuju Kesadaran Ekologis

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bukti video tersebut berhubungan dengan Undang-undang ITE, sehingga akan dilakukan pengecekan keasliannya.

“Jika alat buktinya bicara video maka berhubungan dengan Undang-Undang ITE, kalau bicara ITE maka video tersebut akan kami bawah di Kominfo Pusat dan nanti di sana pembuktian video tersebut asli atau tidak,” kata Kapolres.

Baca Juga :  Misteri Kematian Penambang PETI Paku Selatan, Luka Tusuk di Punggung Gegerkan Warga Boltara

Sebelumnya, Rum Pagau dilaporkan ke Polres Boalemo atas dugaan Penghinaan dan pencemaran nama baik Pers oleh wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Boalemo (AJB) pada 3 Mei 2024.

Laporan tersebut terkait pernyataan Rum Pagau menyebut Wartawan suka memfitnah dan suka duit. Pernyataan ini menuai kecaman hingga dilaporkan ke Polres Boalemo.(rls)

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."