Republish.id, NASIONAL – Seorang anak buah kapal (ABK) speedboat milik Benny Laos, yang selamat dalam insiden ledakan di Pelabuhan Bobong, Kabupaten Taliabu, Sabtu, (12/10), memberikan kesaksian mengenai peristiwa tragis tersebut.
ABK bernama Rahmat itu mengungkapkan, sebelum ledakan terjadi, ia melihat dua orang yang tampak mencurigakan. Satu di antaranya berpostur tinggi dan keduanya mengenakan masker.
‘’Dua orang itu sempat meminta baju Benny Laos, tapi kami tidak kenal karena mereka memakai masker,” kata Rahmat, mengutip halmaheranesia.com
Menurutnya, kedua orang tersebut sempat duduk di belakang speedboat dan turun begitu Benny Laos mendekati kapal.
“Dan mereka kami tidak kenal sama sekali. Dan mereka bukan bagian dari rombongan perjalanan speedboat Benny Laos,” jelasnya.
Rahmat juga menyampaikan bahwa ledakan terjadi di bagian belakang speedboat bernama BELA 72. Ia menegaskan, Jika ledakan itu terjadi di area lubang bahan bakar (BBM), semua penumpang pasti sudah tewas.
“Jadi sebelum terjadi, Semua bahan bakar sudah selesai pengisian bahan bakar, tinggal diangkat slang saja, langsung speedboat tinggal jalan,’’ ujar Rahmat.
Selama proses pengisian bahan bakar, ia mengaku tidak ada gangguan sama sekali. Namun, tiba-tiba terdengar ledakan keras dari belakang speedboat yang membuat beberapa penumpang terlempar keluar.
“Pada saat itu kami sudah terlempar keluar, Karena bunyi ledakan itu sangat kencang,” katanya.
Ia mengungkapkan, selama puluhan tahun bekerja dengan speedboat, ini adalah pertama kalinya ia mendengar ledakan sebesar itu.
“Pengalaman kami membawa speedboat sudah puluhan tahun ini, belum ada kejadian seperti itu, ada kebakaran di mesin, tapi tidak sampai meledak, paling korsleting, tapi itu bisa kami tangani, tapi yang tadi ketika kejadian itu bunyi meledak kayak serentak,’’ ungkap Rahmat.
Dalam insiden tersebut, 22 orang berhasil dievakuasi. Namun, Enam orang dinyatakan meninggal, termasuk calon Gubernur Maluku Utara, Benny Laos.
Lima korban lainnya adalah Ester Tantri (Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara), Mubin A. Wahid (Ketua DPW PPP Maluku Utara), serta Nasrun, Mahsudin Ode Muisi, dan Hamdani Buamonabot (Pengawal pribadi).











Leave a Reply
View Comments