Krisis Politik Korea Selatan: Ribuan Warga Tuntut Presiden Yoon Mundur

Ribuan warga Korea Selatan turun ke jalan, mendesak Presiden Yoon Suk Yeol mundur dari jabatannya.

Republish.id, INTERNASIONAL – Ribuan warga Korea Selatan turun ke jalan, mendesak Presiden Yoon Suk Yeol mundur dari jabatannya. Demonstrasi ini terjadi di depan Gedung Majelis Nasional setelah status darurat militer yang kontroversial dicabut pada Selasa (3/12) malam.

Warga memadati kompleks parlemen sejak pengumuman itu dan sebagian masih bertahan hingga Rabu pagi. Seruan seperti “Tangkap Yoon Suk Yeol!” menggema di antara massa aksi yang berlangsung damai, seperti dilaporkan New York Times.

Baca Juga :  Solidaritas Pers Buol Menuju Era Emas di HPN 2025

Di Lapangan Gwanghwamun, jantung kota Seoul, para demonstran membawa poster yang mendesak pengunduran diri Presiden Yoon.

Aparat keamanan terlihat berjaga-jaga dengan rompi hijau terang dan tameng anti huru hara di sekitar alun-alun serta pintu masuk Istana Gyeongbokgung.

Baca Juga :  Kabar Mengejutkan: Atalia Praratya Resmi Gugat Cerai Ridwan Kamil

Krisis politik ini disebut-sebut sebagai salah satu peristiwa paling dramatis dalam 44 tahun terakhir di Korea Selatan.

Presiden Yoon sebelumnya mengumumkan status darurat militer dengan alasan mencegah ancaman terhadap tatanan demokrasi negara. Namun, langkah ini memicu kritik tajam.

Dalam pidatonya, Yoon bahkan menyebut Majelis Nasional sebagai “sarang penjahat dan diktator,” memicu kemarahan lebih lanjut.

Baca Juga :  Diskumperindag Provinsi Gorontalo Terus Dampingi Pelaku UMKM Urus NIB

Keputusan darurat militer ini segera dibahas oleh sekitar 190 anggota parlemen dalam sidang pleno. Hasilnya, mayoritas sepakat untuk menolak keputusan tersebut.

Akibat tekanan politik, Presiden Yoon akhirnya mencabut status darurat militer tersebut setelah menggelar rapat kabinet.

Kini, gelombang demonstrasi terus berlanjut, mencerminkan ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan Yoon.

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."