Krisis Politik Prancis dan Jepang Ikut Topang Reli Harga Emas

Harga emas (XAU/USD) kembali menjadi primadona pasar keuangan dunia. Pada awal pekan ini, logam mulia berhasil menembus $3.900 per troy ons dan diperdagangkan di sekitar $3.957, mencetak rekor baru di tengah kombinasi faktor politik dan ekonomi global. Lonjakan harga emas ini tidak lepas dari shutdown pemerintah AS yang masih berlanjut, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed), serta gejolak politik di Eropa dan Asia.

Menurut analisis Andy Nugraha, Analis Dupoin Futures Indonesia, sinyal teknikal tetap condong ke arah bullish. “Indikator candlestick dan Moving Average menunjukkan tren naik masih dominan. Selama tekanan beli terjaga, emas berpeluang besar menembus level $4.000,” jelasnya. Namun, Andy juga mengingatkan potensi koreksi wajar. “Jika harga gagal mempertahankan momentum, support terdekat berada di area $3.926,” tambahnya.

Baca Juga :  Kementerian PU Percepat Pemulihan dan Peningkatan Kualitas Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan di Aceh

Faktor utama penggerak reli emas berasal dari Amerika Serikat. Shutdown pemerintah federal sudah memasuki hari keenam setelah negosiasi anggaran kembali menemui jalan buntu. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar karena sejumlah data penting, termasuk laporan ketenagakerjaan, tertunda publikasinya. Ketidakpastian ini membuat investor memburu emas sebagai aset aman.

Sementara itu, pasar menantikan Risalah Rapat The Fed pada Rabu (8/10) untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter. Dengan data ekonomi AS yang melemah, peluang pemangkasan suku bunga semakin besar. CME FedWatch Tool mencatat probabilitas 95% pemotongan suku bunga 25 basis poin pada Oktober, serta 83,7% peluang penurunan lagi pada Desember. Ekspektasi kebijakan dovish ini memperlemah Dolar AS, sehingga memberi ruang lebih bagi emas untuk menguat.

Baca Juga :  Promosikan Pembiayaan Terjangkau, BRI Finance Ramaikan Prambanan Jazz 2025

Ketidakpastian tidak hanya datang dari AS. Dari Eropa, Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu mendadak mengundurkan diri kurang dari sehari setelah mengumumkan kabinet barunya, memperburuk stabilitas politik di kawasan Euro. Dari Jepang, kemenangan Sanae Takaichi sebagai pemimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) menempatkannya di jalur menuju perdana menteri wanita pertama. Pasar menilai kepemimpinannya akan mendorong kebijakan fiskal yang lebih longgar, menekan yen, dan secara tidak langsung meningkatkan daya tarik emas.

Baca Juga :  Optimalkan Layanan Pelanggan dengan CRM dan Call Center

Namun, penguatan emas sempat dibatasi oleh pergerakan Indeks Dolar AS (DXY) yang naik ke 98,35, level tertinggi dalam dua pekan terakhir. Meski begitu, pelemahan lanjutan dolar masih mungkin terjadi jika The Fed mengonfirmasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Dengan dukungan faktor fundamental dan teknikal, prospek emas jangka pendek tetap positif. Selama harga bertahan di atas $3.926, potensi menuju level $4.000 semakin terbuka. Investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas, namun tren keseluruhan masih jelas condong ke arah bullish.

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."