Motor Listrik MBG Viral, Ini Fungsi Sebenarnya dan Fakta Jumlahnya

Emmo JVX GT, Motor Listrik MBG (emmo.co.id)

Republish.id, NASIONAL – Publik baru-baru ini dihebohkan dengan beredarnya video motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) yang dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di media sosial.

Kemunculan video tersebut memicu berbagai spekulasi, mulai dari fungsi kendaraan hingga jumlah unit yang disebut-sebut mencapai puluhan ribu, bahkan hingga 70.000 unit.

Tak sedikit warganet yang mempertanyakan urgensi pengadaan kendaraan tersebut dalam program pemenuhan gizi nasional. Lantas, apa sebenarnya fungsi motor listrik MBG ini?

Motor Listrik untuk Operasional Lapangan

Motor listrik dalam program MBG diklaim digunakan sebagai kendaraan operasional di lapangan. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa kendaraan ini diperuntukkan bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Fungsinya untuk mendukung operasional kepala SPPG, tetapi motor tersebut belum dibagikan,” ujar Dadan seperti dikutip dari ANTARA (8/4/2026).

Baca Juga :  Sindikat Uang Palsu Internasional Terungkap di UIN Alauddin Makassar

Peran Kepala SPPG tidak hanya sebatas administrasi. Mereka juga bertanggung jawab turun langsung ke lapangan untuk memantau distribusi makanan bergizi, memastikan program berjalan optimal, serta menjangkau wilayah dengan kondisi geografis yang beragam.

Dalam konteks ini, motor listrik dinilai menjadi solusi mobilitas yang efisien. Selain fleksibel menjangkau berbagai medan, kendaraan ini juga lebih hemat biaya operasional serta ramah lingkungan dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional.

Spesifikasi dan Harga Motor

Motor yang digunakan dalam program ini diduga merupakan tipe Emmo JVX GT, motor listrik bergaya trail yang dirancang untuk berbagai kondisi jalan.

Berdasarkan informasi dari situs resmi Emmo, motor ini memiliki daya hingga 3.800 watt untuk penggunaan normal dan dapat meningkat hingga 7.000 watt saat dibutuhkan. Kecepatan maksimalnya berkisar antara 80 hingga 85 km/jam.

Baca Juga :  Pengeluaran Dana Kampanye Ganjar-Mahfud Capai Setengah Triliun, Prabowo-Gibran Rp 207 M, AMIN Tak Sampai Rp 50 M

Motor ini dibekali baterai berkapasitas 72V 31Ah dengan jarak tempuh sekitar 70 kilometer dalam sekali pengisian. Jika menggunakan dua baterai, jaraknya dapat mencapai hingga 140 kilometer.

Fitur fast charging memungkinkan pengisian daya dari 30 persen ke 80 persen hanya dalam waktu sekitar satu jam.

Dari segi desain, motor ini memiliki bentuk ramping dengan ground clearance tinggi sekitar 320 mm, sehingga cocok digunakan di berbagai medan. Sistem pengereman double disc brake dengan CBS juga menambah aspek keamanan. Kapasitas angkutnya mencapai hingga 200 kilogram.

Untuk harga, motor listrik ini dibanderol sekitar Rp56,8 juta (harga umum) atau sekitar Rp49,95 juta berdasarkan data pengadaan pemerintah yang sudah termasuk PPN. Namun, harga tersebut masih berstatus off the road dan dapat berbeda tergantung skema pengadaan.

Baca Juga :  Femmy Udoki Sambut Vonis Bebas Hamim Pou: “Kebenaran Pasti Menang”

Klarifikasi Soal Jumlah Motor

Isu mengenai jumlah motor yang mencapai 70.000 unit turut menjadi sorotan publik. Namun, pihak BGN telah memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

“Informasi 70 ribu unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit yang dipesan di tahun 2025,” ujar Dadan.

Selain itu, motor-motor tersebut belum didistribusikan kepada petugas di lapangan. Saat ini, kendaraan masih dalam tahap administrasi dan akan dicatat terlebih dahulu sebagai Barang Milik Negara (BMN).

BGN juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Video yang beredar memang benar menunjukkan motor milik BGN, namun narasi terkait jumlah dan distribusinya perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini