Republish.id, SULTENG – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Gadung menghadirkan nuansa berbeda. Forum penyusunan rencana pembangunan daerah tahun 2027 itu digelar secara terbuka (outdoor) di Desa Taat, Jumat (27/2/2024), demi menciptakan suasana yang lebih dekat dan partisipatif dengan masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri Bupati Buol Risharyudi Triwibowo, Wakil Bupati Nasir Dj Daimaroto, Sekretaris Daerah Moh. Yamin Rahim, Camat Gadung Aruji T. Saloa, Ketua TP-PKK Kabupaten Buol Shinta Andriani Ningsih Triwibowo, jajaran kepala OPD, anggota DPRD, para kepala desa, BPD, tokoh masyarakat, hingga insan pers.

Camat Gadung: Apresiasi Anggaran, Soroti Masalah Lapangan
Dalam sambutannya, Camat Gadung menyampaikan apresiasi atas alokasi anggaran sekitar Rp13 miliar untuk peningkatan jalan desa. Namun, ia juga menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian warga, mulai dari ternak yang berkeliaran hingga usulan prioritas desa yang belum terealisasi optimal.
Bappeda: Fokus Pertanian untuk Tekan Kemiskinan
Kepala Bappeda Kabupaten Buol Satar MS Badang menegaskan Musrenbang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Penyusunan rencana dilakukan melalui pendekatan teknokratis, politis, partisipatif, serta penyelarasan bottom-up dan top-down untuk RPJMD dan RKPD.
“Tema pembangunan 2027 kita fokus pada pengembangan sektor pertanian dan sumber daya alam berkelanjutan sebagai tulang punggung ekonomi, guna cepat menurunkan kemiskinan ekstrem dan pengangguran,” ujarnya.
Data yang dipaparkan menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Buol pada 2024 mencapai 3,31 persen, dengan tingkat kemiskinan sekitar 13,8 persen. Kondisi ini menuntut perencanaan yang lebih fokus dan tepat sasaran.
Bapenda: Ruang Fiskal Menyempit, PAD Jadi Kunci
Kepala Bapenda Kabupaten Buol Lani Irawati menjelaskan kebijakan efisiensi belanja pusat berdampak pada berkurangnya dana ke daerah. Dana Desa yang semula sekitar Rp85 miliar kini turun menjadi kurang lebih Rp73 miliar.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah membentuk Tim Optimalisasi Pendapatan Daerah untuk memperkuat PAD melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dan retribusi, pemutakhiran data objek pajak, serta digitalisasi sistem pembayaran.
DPRD: Setiap Desa Minimal Satu Program Prioritas
Anggota DPRD Kabupaten Buol Dapil II Ida Rahma berharap setiap desa dan kelurahan memperoleh minimal satu program prioritas setiap tahun. Program tersebut diharapkan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti jalan produksi pertanian, sarana prasarana pertanian dan perikanan, akses air bersih, serta rehabilitasi fasilitas desa.
Bupati: Momentum Menentukan Arah Pembangunan
Menutup rangkaian sambutan, Bupati Buol menegaskan Musrenbang menjadi momentum strategis dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Buol 2027. Ia menekankan pentingnya menyikapi efisiensi anggaran dengan kerja yang lebih efektif, inovatif, dan terukur.
“Kita harus mendukung program prioritas nasional dan memperkuat sektor unggulan daerah seperti pertanian, perikanan, serta kelola sumber daya alam secara legal dan tertib,” tegasnya.
Bupati juga mengajak seluruh pemangku kepentingan bersinergi menyusun usulan yang benar-benar prioritas dan selaras dengan kemampuan fiskal daerah.
Diharapkan, seluruh usulan dapat terakomodasi secara selektif dalam RKPD, lalu dibahas dalam KUA-PPAS dan APBD 2027, sehingga pembangunan yang dijalankan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buol.











Leave a Reply
View Comments