Perayaan Hari Raya Ketupat Meriah di Desa Tanjung Buaya Tahun 1445 Hijriah

Tampak kebersamaan pemerintah Desa Tanjung Buaya dan masyarakat dalam rangka perayaan Hari Raya Ketupat 1445 H. (Foto:Jefri)

Republish.id, BOLMUT – Desa Tanjung Buaya, Kecamatan Bolangitang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) sebuah kawasan yang kental dengan kebersamaan dan tradisi yang kaya, merayakan Hari Raya Ketupat dengan semangat yang menggema di seluruh pelosok desa. Dalam tahun 1445 Hijriah, para penduduk desa bersatu untuk merayakan momen yang penuh makna ini.

Pemerintah Desa Tanjung Buaya memimpin perayaan dengan menggelar berbagai acara yang meriah dan bermakna. Dengan kolaborasi dari masyarakat setempat, mereka menyajikan pesta ketupat yang memikat, di mana setiap rumah dihias dengan warna-warni ketupat yang terbuat dari daun kelapa, memancarkan keindahan dan kehangatan, Rabu (17/04/2024.

Baca Juga :  Pemkab Boltara Terima LHPK BPK, Tegaskan Komitmen Perbaikan Tata Kelola Belanja Daerah

Tidak hanya itu, dalam semangat gotong royong, warga desa bersama-sama mempersiapkan hidangan lezat tradisional, mulai dari rendang, opor ayam, hingga berbagai macam hidangan ikan segar, dan berbagai makanan khas singkong, sagu yang menjadi hidangan favorit selama perayaan. Seluruh masyarakat, tua maupun muda, turut serta dalam proses persiapan, menunjukkan solidaritas dan kebersamaan yang luar biasa.

Baca Juga :  Kylian Mbappe Gunakan Nomor Punggung 9 di Real Madrid
Perayaan hari raya ketupat di Desa Tanjung Buaya. (Foto:Jefri)

Kepala Desa Tanjung Buaya, Bapak Sidik Toliu, yang diwakili perangkatnya Israpil Pontoh menyampaikan pesan penting tentang kebersamaan dan persatuan dalam sambutannya. “Hari ini adalah hari yang istimewa di mana kita semua, tanpa memandang perbedaan, berkumpul untuk merayakan kebersamaan dan kemakmuran. Mari kita jaga nilai-nilai kearifan lokal dan terus lestarikan tradisi kita.”

Baca Juga :  Rachmat Gobel Wafat, Indonesia Kehilangan Putra Terbaik Gorontalo

Perayaan Hari Raya Ketupat di Desa Tanjung Buaya tahun ini tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga momentum untuk memperkokoh tali persaudaraan dan memupuk rasa kebersamaan di antara seluruh warga desa. Tradisi ini diharapkan tetap terjaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang, sebagai warisan budaya yang berharga. (*)

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."