Prabowo Subianto Respons Keadaan Darurat Militer Korea Selatan, Serukan Kewaspadaan

Presiden Prabowo Subianto.

Republish.id, NASIONAL – Presiden Prabowo Subianto menanggapi pengumuman darurat militer yang sempat disampaikan oleh pemerintah Korea Selatan.

Ia mengimbau semua pihak untuk tetap waspada dan tidak menganggap enteng situasi geopolitik tersebut.

“Kalau tidak salah semalam pemerintah Korea Selatan menyatakan keadaan darurat. Jadi, mari kita jangan terlalu lengah,” ujar Prabowo dalam pidatonya pada acara Sidang Tanwir dan Milad ke-112 Muhammadiyah di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (4/12/2024).

Baca Juga :  Gempa 6.3 SR Melanda Kabupaten Boalemo Gorontalo

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus tetap mempertahankan posisinya sebagai negara non-blok. Ia menilai posisi ini penting untuk menjaga hubungan baik dengan semua negara.

Sebagai seorang mantan perwira TNI, Prabowo juga mengingatkan dampak destruktif dari peperangan. Ia mencontohkan konflik di Ukraina yang telah memengaruhi harga pangan dunia.

“Perang itu destruktif. Ibarat pohon butuh 20 tahun untuk tumbuh, (tapi) hanya 15 menit untuk tumbang,” ujarnya.

Baca Juga :  Menatap Prospek 2026: Emiten Grup MIND ID Cetak Performa Impresif

Sementara itu, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol sempat mengumumkan darurat militer pada Selasa (3/12/2024) melalui siaran televisi nasional. Pengumuman tersebut mengejutkan masyarakat Korea Selatan.

Yoon mengungkapkan bahwa darurat militer diperlukan untuk melindungi negaranya dari ancaman pasukan komunis Korea Utara serta partai-partai oposisi yang dianggap menyandera proses parlemen.

Namun, keputusan tersebut dibatalkan hanya beberapa jam setelah diumumkan. Menurut Yoon, langkah itu adalah bentuk perlindungan terhadap tatanan konstitusional Korea Selatan.

Baca Juga :  Roni dan Adnan: Harapan Baru untuk Perubahan di Gorontalo

“Saya menyatakan darurat militer untuk melindungi Republik Korea yang merdeka dari ancaman pasukan komunis Korea Utara, untuk membasmi kekuatan anti-negara pro-Korea Utara yang tercela,” tegas Yoon sebagaimana dikutip dari Reuters.

“Merampok kebebasan dan kebahagiaan rakyat kita, dan untuk melindungi tatanan konstitusional yang bebas,” pungkasnya.

Situasi ini menjadi perhatian global, termasuk Indonesia, yang terus menegaskan pentingnya perdamaian dan stabilitas dunia.

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini